Sepanjang bulan maret kemarin ada sekitar 550 orang yang masuk ke kota gudeg yang berhati nyaman ini. Pemkot Jogja pun tidak tinggal diam.

Supaya virus corona tidak semakin blender kemana-mana pemkot Jogja menyiapkan tempat karantina di dua lokasi bagi para pemudik/ pendatang yang butuh tempat untuk rebahan alias isolasi mandiri.

Heroe Poerwadi selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta mengatakan “Penyediaan tempat karantina ini untuk mengantisipasi pemudik. Ada di dua lokasi yang masing-masing berkapasitas 20 kamar dan 30 kamar”.

Pak Heroe menyebutkan tempat karantina tersebut hanya dipergunakan untuk menampung pendatang yang benar-benar membutuhkan tempat isolasi.

Untuk saat ini belum ada masalah dengan kebutuhan tempat isolasi mandiri lantaran mayoritas pendatang pada bulan maret kemarin menuju rumah keluarga masing-masing.        


“Masih bisa diterima oleh warga. Pendatang wajib lapor RT/RW dan melakukan isolasi serta melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika tidak mau mengisolasikan diri, maka segera kami tangani untuk isolasi,” ungkap Heroe.

Heroe berharap setiap orang yang mau ke Jogja sudah cek kesehatan dulu di daerah asalnya jadi jika ternyata tidak sehat ya ndak boleh berangkat ke Jogja dulu.

Saat ini di beberapa pintu masuk seperti stasiun dan terminal, pemkot Jogja menyiapkan tim untuk memeriksa kondisi kesehatan pemudik/ pendatang secara umum serta mendata daerah asal dari pemudik/ pendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat menyebutkan Pemerintah sedang searching lokasi buat dapur umum.

Dapur umum ini digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan untuk para pendatang yang dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) yang tidak punya tempat untuk isolasi mandiri.

“Ada beberapa titik yang kami masukkan sebagai rencana tempat dapur umum. Sedang kami lakukan pendekatan,” kata mas Agus.

Diolah dari Kompas


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *