China Larang Plagiarisme Gedung Pencakar Langit

Kemarin Pemerintah China resmi melarang adanya penjiplakan atau plagiarisme dalam urusan desain arsitektur serta melakukan pembatasan terhadap pembangunan gedung pencakar langit di negara asal Panda itu.

Larangan plagiarisme ini soalnya di masa lalu, banyak monumen yang berdiri ternyata merupakan replika dari gedung-gedung di Eropa. Contohnya ya seperti Menara Eiffel, Gedung Opera Sydney dan Arch de Triomphe.

Dan ga cuma itu, developer di Chongqing menjiplak Wangjing Soho gedung rancangan Zaha Hadid, gedung Ronchamp Chapel rancangan Le Corbusier pun ikut-ikutan ditiru developer di China.

Kebijakan itu, digadang-gadang akan menghentikan tren plagiasi di dunia arsitektur China. Pemerintah China juga ngasih panduan buat desain dan konstruksi bagi stadion kota, museum, ruang pameran dan teater besar, ga cuma ngelarang doang. Kebijakan ini mengatur gaya arsitektur di seluruh negeri.

Pemerintah China pengen desain bangunannya sesuai dengan persyaratan desain perkotaan baik dari segi bentuk, warna, tinggi, volume serta kebijakan lingkungan,

Hal ini sejalan dengan visi yang diungkapkan oleh Presiden Xi Jinping. Dia menyerukan supaya developer menyudahi tren arsitektur yang nyeleneh di seluruh negeri.

Kebijakan baru tersebut dirilis melalui situs Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan China. Melansir laman Dezeen, Jumat (15/5/2020), langkah itu diambil supaya memperkuat standar arsitektur di Negeri Tirai Bambu ini.

Pembangunan gedung yang menjulang tinggi sampai lebih dari 500 meter sudah tidak diizinkan oleh Pemerintah China sedangkan untuk bangunan yang diatas 250 meter dibatasi.

“Secara umum, bangunan baru lebih dari 500 meter tidak diizinkan,” tulis Pemerintah China dalam kebijakan tersebut.

Tujuan dari pembatasan proyek skala besar ini supaya mengurangi pembangunan gedung pencakar langit yang meluas di negara asal Wong Fei Hung alias WFH ini. Banyak developer yang berlomba membangun gedung pencakar langit supaya menjadikannya tengara.

Sebagai informasi, pada tahun kemarin, China memecahkan rekor dengan merampungkan  pembangunan gedung-gedung supertall atau gedung dengan ketinggian diatas 300 meter terbanyak.

Menurut laman Council of Tall Building and Urban Habitat, sebanyak 57 bangunan telah berdiri di negara ini pada tahun 2019 dari total 126 gedung di seluruh dunia.

Laman ini juga menyebut, selama lima tahun berturut-turut China selalu memegang rekor penyelesaian gedung pencakar langit terbanyak. Dari jumlah itu, dengan total 15 penyelesaian pembangunan rekor tersebut dipegang oleh Shenzhen.

Kebijakan ini juga turut menyoroti bahwa gedung pencakar langit baru harus memiliki fokus pada ketahanan terhadap gempa, perlindungan terhadap kebakaran serta penghematan energi.

Disadur dari kompas.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.