Bulan ramadhan segera berlalu. Berganti bulan syawal. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari puasa sebulan ini. Menahan lapar dahaga juga hawa nafsu. Lebih banyak beribadah untuk mendapat pahala yang lebih banyak pula dibanding bulan-bulan lainnya.

Ada beberapa hal lain lagi yang dapat kita pelajari dari puasa, terkait dengan kehidupan dan pekerjaan baik bisnis atau marketing.

Pertama tentang niat.

Mungkin sebagian dari kita berpuasa tapi tidak sempat bersahur karena sesuatu hal. Tapi coba perhatikan. Ketika kita tidak bersahur, apakah kita akan merasa lapar di siang hari? Ternyata itu tidak terjadi. Alias rasa lapar dan dahaga tidak menghinggapi karena kita sudah berniat dalam diri untuk berpuasa di hari itu. Sehingga otak kita memerintahkan tubuh kita ini untuk “mendukung” kegiatan puasa di hari itu.

Pertanyaanya, dalam berbisnis properti, dalam usaha mendapatkan rumah pertama, atau dalam usaha lainnya sudah kah kita memiliki niat yang kuat untuk mencapainya? Puasa ini mengajarkan bahwa niat yang kuat dalam hati, akan mendorong tindakan yang luar biasa.

Kedua adalah tentang repetisi.

Kita berpuasa diulang-ulang sampai dengan 30 hari. Kadang 29 hari di tahun tahun sebelumnya. Ini mengingatkan saya tentang teori 21. Bahwa jika kita melakukan sesuatu selama 21 hari, maka apa yang kita inginkan akan mewujud. Semesta mendukung katanya.

Lalu apakah dalam berbisnis properti atau dalam usaha mendapatkan rumah pertama atau dalam mencapai impianny lainnya, sudahkah kita melakukan usaha kita berulang? Percayalah dengan pengulangan2, kita akan menjadi ahli, menjadi pakar, yang akan menuntun kita kepada kesuksesan.

Ketiga adalah tentang antusias, tentang smangat, tentang motivasi.

Dalam berpuasa, pahala menjelang hari raya akan semakin besar. Ada lailatul qadr di 10 hari terakhir. Utamanya di hari2 yang ganjil. Ini mengajarkan kepada kita bahwa usaha kita harus jauh lebih keras, cerdas, kreatif karena kesuksesan yang lebih besar sedang menanti di depan mata kita. Kita tidak boleh patah semangat.

Keempat adalah kita belajar penghematan dan produktivitas.

Dalam berpuasa, kita dituntut bangun lebih pagi, makan sahur, lalu berbuka puasa. Ini menunjukkan bahwa kita dituntut untuk lebih pagi dalam berusaha. Makan sahur ibarat modal kita untuk bekerja di siang hari. Dan selama menjalani puasa ibarat kita melakukan penghematan2, cost leadership. Lalu berbuka ketika sudah waktunya ibarat kita boleh menikmati kesuksesan di saat yang tepat, waktu yang tepat. Dan tidak berlebihan karena kl berlebihan, kita akan kekenyangan dan ini tidak sehat. Bahasa kerennya benefit to cost rasionya harus lebih tinggi dari sebelumnya. Kalau Benefit to cost ratio tinggi, berarti kita produktif!

Kelima adalah kita belajar hidup sederhana.

Kita menahan lapar dahaga dan hawa nafsu itu kita menahan diri dari kemewahan. Karena barang siapa yang tak memburu kemewahan, insya Allah otak pikirannya akan berpikir tentang hal-hal yang besar. Silahkan goog Bukannya tak mampu membuat yang lebih megahling rumah nabi muhammad. Rekan2 akan menemukan rumah yang sederhana. Mungkin tak lebih dari 36 m2. Bukannya tak mampu membuat yang lebih megah. Tapi tentang kesederhanaan, dan Beliau menjadi orang yang besar pengaruhnya. Dan puasa mengajarkan ini semua.

Tulisan : Aryo Diponegoro | Founder YukBisnisProperti.orgSaya Aryo diponegoro. WassalamTulisan : Aryo Diponegoro | Founder YukBisnisProperti.org


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *