Pilar itu kalau dalam struktur rumah adalah bagian penyangga. Mari kita kroscek dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. pilar/pi·lar/ n1 tiang penguat (dari batu, beton, dan sebagainya): sebuah monumen yang terdiri atas lima — berdiri dengan megahnya;2ki dasar (yang pokok); induk: partai itu disederhanakan menjadi tujuh organisasi –;3Kap tiang berbentuk silinder pejal atau berongga untuk menyangga balok geladak atau bagian konstruksi lain di kapal

Nah kali ini kita perlu mengetahui apa saja yang menyangga dengan kuat bisnis properti yang sedang kita jalani. Bagi rekan-rekan yang belum memulai, ini bisa menjadi awal baru untuk melangkah. Bagi rekan-rekan yang sudah menjalani bisnis properti, ini bisa menjadi awal koreksi pada apa yang terjadi di tubuh organisasi.

Sumber Daya Manusia Sebagai Pilar Pertama di Bisnis Properti

Bisnis Properti itu bisnis multi disiplin ilmu. Kita musti paham perencanaan, perijinan, perpajakan, pengelolaan keuangan dll. Dan itu semua tidak bisa kita pegang sendiri bukan? Kita butuh tim. Superteam! Karena kita butuh tim, maka kita butuh SDM yang mengisinya. Lagi pula, bisnis properti ini memang padat karya. Jenis bisnis yang butuh banyak orang.

Jago Di Bidang Pemasaran

Marketing di sini adalah sebuah proses dari bagaimana menentukan produk, harga hingga mendeliverinya kepada pembeli. No Marketing, No Selling, No Business. Marketing juga merupakan bisnis itu sendiri tapi dari kacamata konsumen. Maka pilar yang penting berikutnya adalah Marketing.

Tentang Finansial

Selain padat karya, bisnis properti itu padat modal. Modalnya harus banyak meski tak harus modal sendiri. Selain membutuhkan aset perusahaan, karena bisnis kita adalah properti, maka kita juga butuh aset properti untuk dipasarkan. Nah itu butuh modal bukan?

Tapi ini tak hanya berhenti pada modal saja, kita musti paham bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik dan benar, efektif dan efisien. Perlu kecerdasan finansial sebagai pilar berikutnya dalam bisnis properti.

Tak Kalah Penting Adalah Pilar Produksi

Karena yang dijual adalah produk, maka kita butuh pilar produksi. Bukan sekedar membuat produk yang baik, tapi juga membuat produk yang bermanfaat. Apalagi di bisnis properti itu produknya tidak hanya rumah, tapi juga sebuah kawasan yang dibangun dengan berbagai fasilitas umum dan sosial.

Sekarang saatnya merefleksi diri, sudahkah kita memiliki 4 pilar bisnis properti di atas? Bila belum, apa saja yang belum? Bila sudah tapi belum sempurna, kapan akan menyempurnakan?


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *