Ini Strategi Penyelamatan Cash Flow Developer FLPP Tahun 2020

Tahun 2019 lalu fasilitas KPR bersubsidi sudah habis meski tahun belum berakhir. Tahun 2020, kuotanya sebagian sudah diambil oleh antrian 2019. Kemungkinan bakal habis di tengah jalan juga (atau malah sudah habis?). Ditambah sekarang ada pandemi COVID19. Pemerintah kasih stimulus bagi yang udah KPR. Bagi yang belum membeli, pemerintah berikan subsidi uang muka.

Semoga dapat membantu. Tapi kita juga perlu berusaha sendiri dan tidak berpangku tangan mengharap bantuan pemerintah. Ini setidaknya ada 3 skenario penyelamatan developer properti FLPP agar tidak terjerumus cash flow negatif.

01. Buat Program Uang Muka Yang Dapat Diangsur Lama

Kita bisa membuat program uang muka lebih besar daripada standarnya. Misal standar uang muka adalah 10%, nah kita siapkan program uang muka 30%. Tetapi, uang muka 30% ini dapat diangsur selama, misalnya 12 bulan.

Dengan demikian, KPR konsumen akan dijalankan tahun depan. Persiapan KPR selama 12 bulan itu banyak yang bisa kita lakukan. Sehingga ketika tahun berganti, kuota kembali reset, muka sudah terkumpul dan plafon KPR juga tidak besar dan kita jauh lebih siap. Harapannya konsumen dapat dengan mudah disetujui KPRnya.

Konsumen akan terbantu karena angsuran KPRnya tidak besar, persiapan KPR cukup, uang muka jadi terasa ringan. Kita akan terbantu karena ada penjualan.

02. Program Angsuran Langsung Ke Developer

Bagi developer properti FLPP rada jarang mau membuat program angsuran langsung ke developer karena kelamaan dapat cuannya. Tapi dalam kondisi perekenomian yang tidak biasa, kita perlu terobosan. Salah satunya adalah dengan memberikan angsuran langsung.

Tidak perlu lama-lama juga. 1-7 tahun sudah cukup. Coba kita hitung angsurannya..

Harga Rp. 148.500.000
Uang Muka Rp. 14.850.000
Cash Bertahap Rp. 133.650.000
Angsuran Cash Bertahap
– 3 Tahun : 3.7 jutaan
– 5 Tahun : 2.2 jutaan
– 7 Tahun : 1.5 jutaan

Coba bandingkan dengan tabel angsuran KPR dalam kondisi suku bunga normal. Harga yang sama dengan uang muka 20%. Untuk angsuran KPR 20 tahun adalah sebesar 1,4 jtaan. Nah kira-kira konsumen akan memilih yang mana?

Catatan: Untuk program ini, target market mungkin perlu dirubah.

03. Program Cash Keras Diskon Besar

Nah untuk program ini kami pikir cukup jelas dan rekan-rekan sudah biasa melakukannya. Tapi target marketi juga perlu dirubah untuk menjangkau program ini.

04. Naikkan Harga ke Harga Komersil

Pindah target market dengan menaikkan harga di atas harga FLPP. Konsekuensinya memang ada PPN yang wajib ditarik, tapi itu tidak mengurangi profit developer meski menambah harga jual ke konsumen.

Di satu sisi, berikan tambahan kualitas bangunan. Misal dengan menambah dapur dan memperbaiki fasad agar lebih kinclong. Mungkin akan menambah sedikit anggaran, tapi akan terkompensasi dengan keuntungan.

05. Lakukan upselling

Konsumen pasti butuh rumahnya menjadi lebih cantik entah itu dengan ornamen, pelengkap atau perabot. Ornamen misalnya membuat fasad lebih bagus. Pelengkap misalnya teralis, kanopi, pagar dll. Perabot ya misalnya saja meja kursi makan, meja tamu, lemari pakaian, tempat tidur, tv dll. Kenapa tidak upselling ini menjadi bagian dari bisnis properti kita. Mungkin rada ribet sih, tapi lumayan menolong cashflow.

1 thought on “Ini Strategi Penyelamatan Cash Flow Developer FLPP Tahun 2020

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.