Bajaringan mulai populer pada awal tahun 2000an. Kala itu masih banyak difungsikan sebagai rangka atap pengganti kayu yang makin hari makin langka dan tentu makin mahal. Sekarang baja ringan sudah menjadi produk yang mainstream. Sebaliknya rangka kayu sudah banyak ditinggalkan.

Jaman makin berkembang, baja ringan tak lagi rangka atap. Tapi juga sebagai penutup atap baik pengganti genteng atau kanopi. Bahkan rangka kanopi sudah mulai menggunakan baja ringan dibandingkan dengan besi. Tak hanya rangka kanopi, tapi juga pagar besi pun sudah mulai digantikan oleh baja ringan.

Mengapa menggunakan baja ringan?

Setidaknya terdapat 3 keunggulan mengapa menggunakan baja ringan.

Harga baja ringan lebih terjangkau

Dibandingkan dengan kayu, baja ringan jauh lebih terjangkau. Pun sebagai penutup atap, genteng baja ringan dipandang lebih terjangkau dibandingkan dengan genteng beton. Bandingkan juga bila kamu mau bikin kanopi berbahan besi versus kanopi baja ringan. Pasti jauh lebih murah kanopi baja ringan.

Pengerjaan baja ringan lebih cepat

Bahan yang ringan dan mudah diolah membuat pengerjaan baja ringan jauh lebih cepat. Untuk modul rumah tipe 36, rangka atap baja ringan dapat diselesaikan tak lebih dari 2 hari. Bahkan setengah hari juga sudah selesai. Berikut penutup atapnya yang juga dari baja ringan, diperkirakan 2 hari akan selesai semua.

Demikian juga dengan kanopi baja ringan dibandingkan dengan kanopi dari besi. Pengerjaan rangka kanopi berbahan besi membutuhkan waktu berkisar 7 hari. Sedangkan kanopi baja ringan beserta penutupnya cukup 1 hari sudah selesai. Kira-kira untuk ukuran standar 3×5 m atau 15 m2.

Baja ringan hasil lebih awet

Dibanding kayu yang mudah lapuk, pun besi yang rentan dengan asam (hei Indonesia beriklim tropis dan hujannya bersifat asam), baja ringan jauh lebih awet. Baja ringan tak mudah lapuk, juga gak masalah terguyur hujan asam. Sangat-sangat minim perawatan.

Baja ringan juga memiliki kekurangan

Meski punya berbagai keunggulan, baja ringan juga memiliki kekurangan dibanding dengan kayu atau besi. Baja ringan secara tampilan kurang cakep dibanding kayu yang lebih alami atau besi yang dapat dibentuk. Baja ringan warnanya juga gitu-gitu aja. Jadi buat pecinta seni, pasti akan merasa kurang puas dengan baja ringan. Hehehe

Nah sekarang saatnya kamu putuskan mau memilih yang mana? Kayu, besi atau baja ringan?

Produk Gerai Yuk Bisnis Properti
Baja RinganSiap pasang rangka atap baja ringan area Jogja, Solo, Semarang, Madiun dan Sekitarnya. Harga dapat berubah-ubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

  • Rangka Atap Baja Ringan
  • Mulai Rp 125.000,00 / m2
  • Ukuran rangka CNP 0.75 0.75 SNI, ukuran RENG 0.30 0.45 SNI.
  • Harga belum termasuk genteng atau atap penutup
  • Kanopi Baja Ringan
  • Kanopi Baja Ringan Atap Galvalum polos Rp 185.000 / m2
  • Kanopi Baja Ringan Atap Galvalum pasir Rp 215.000 / m2  (Pilihan warna merah, coklat, hijau, hitam, dan biru)

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *