Pemerintah Beri “Obat” Untuk Hadapi Dampak Corona. Ada Yang Untuk Industri Properti

Dampak sebaran virus Corona ini tak hanya mengakibatkan banyak orang sakit dan meninggal dunia. Tapi juga memiliki dampak ekonomi. Untuk itu pemerintah pusat memberikan “obat” agar dampak kepada perekonomian tak begitu berat.

Presiden menyampaikannya hari ini pada konferensi pers sore tadi. Jokowi memerintahkan kepada semua menteri, gubernur, bupati, dan wali kota untuk memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBN maupun di APBD. Serta memerintahkan untuk memfokuskan dan menganggarkan anggaran dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

Ketersediaan bahan pokok dan mempertahankan daya beli juga menjadi concern pemerintah. Jokowi juga meminta program padat karya tunai diperbanyak. Ada juga tambahan manfaat bagi pemegang Kartu Sembako menjadi Rp. 200.000,00 selama 6 bulan. Juga mempercepat implemantasi Kartu Pra Kerja.

“Obat” tambahan lainnya adalah pembayaran Pph Pasal 21 akan ditanggung pemerintah. Untuk UMKM, melalui OJK memberikan relaksasi bagi yang memiliki kredit di bawah 10 Milyar akan dibebaskan dari cicilan dan bunga selama 1 tahun. Untuk pemilik angsuran kredit kendaraan ojek online dan supir taksi juga mendapat relaksasi dari tagihan selama 1 tahun ke depan.

Nah untuk industri properti juga mendapat “obat” yakni pemerintah akan mensubsidi selisih bunga selama 10 tahun. Khusus untuk yang udah ambil kredit KPR bersubsidi. Buat yang belum ambil KPR bersubsidi, pemerintah akan berikan bantuan uang muka.

Jadi buat kamu yang mau beli rumah bersubsidi, uang mukanya akan disubsidi, bunganya disubsidi, gak dikenai PPN dan harganya hanya 140 jutaan saja.

1 thought on “Pemerintah Beri “Obat” Untuk Hadapi Dampak Corona. Ada Yang Untuk Industri Properti

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.