Kamu Mau Ikut Bangun Hunian Vertikal? Kementrian PUPR Bakal Support Banget Lho!

Jadi Pak Suyus Windayana dari Direktur Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyampaikan bahwa perumahan vertikal musti digalakkan pembangunannya.

“Jadi bangunan vertikal ini kami akan mendorong supaya dibangun lebih banyak. Karena kalau sekarang kita lihat, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu rumahnya sangat jauh dari pusat kota,” tutur Pak Suyus dilangsir dari situs KompasDotCom, Rabu (10/3/2020).

Kebutuhan MBR untuk tahun ini aja udah 200K-260K unit. Dalam matematika beliau, jika satu unit rumah luasnya 100m2 berikut fasumnya, maka dalam setahun butuh 2K-2,6K Hektar. Luas banget kan tuh. Kira-kira 10% luas kota Depok tuh. Kalau beneran terjadi, maka berapa banyak kebon, hutan, sawah yang bakal jadi perumahan. Akibatnya bisa banjir lagi banjir lagi. Trus rame deh twitwar.

So masuk akal banget kalau pak Suyus bersama pasukannya di ATR/BPN mendorong pembangunan hunian vertikal. Nah kamu mau ikutan?

Disamping itu, Kementerian ATR/BPN sedang mengupayakan adanya bank tanah. Ya seperti yang kita ketahui, bahwa tanah adalah komponen biaya terbesar dalam membangun perumahan. Kalau tanah makin hari makin mahal, yang ditakutkan adalah MBR gak akan mampu lagi beli tanah. Mungkin jikalau mampu, lokasinya juaaaah dari tempat dia bekerja. (Bukannya sekarang udah gitu ya?)

Intinya dengan adanya bank tanah, harapannya bisa meminimalisir biaya tanah. Teknisnya sedang diatur dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

Hmmm RUU Cipta Kerja itu yang sedang banyak diperdebatkan itu kan ya?

Nah kamu gimana? Mau ikutan bangun perumahan vertikal?!

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.