Salah satu tugas seorang marketing adalah menghadapi “handling objection” yang bisa berupa komplain atau pertanyaan-pertanyaan mengenai produk properti yang sedang dipasarkan. Nah, kadang pertanyaan konsumen itu sekonyong-konyong mencecar kita nih para marketer. Baik via telepon, whatsapp atau pas datang ke lokasi.

Butuh persiapan gak? Pastinya kita butuh persiapan. Toh sebenarnya pertanyaan konsumen itu, ya cuma itu-itu aja. Artinya konsumen memiliki pertanyaan tipikal meski kadang ada juga pertanyaan yang berat-berats.

Tapi, untuk memudahkan, kita musti persiapkan tuh skrip tanya jawab yang mungkin akan muncul. Buat kamu marketer yang sudah sarat pengalaman, kemampuan komunikasi kamu bisa mengatasi pertanyaan-pertanyaan konsumen. Tapi buat kamu yang masih junior, sebaiknya kamu membuat skrip tanya jawab.

Bingung caranya? Gampang aja, ini YukBisnisProperti.org punya contohnya. Nanti bisa kamu kembangkan ke berbagai pertanyaan dan jawaban versi kamu sendiri.

Tanya : Lokasinya kok jauh banget?

Jawab :

  • Pak/Bu, tapi ada angkot yang melewati lokasi kami. (Tujuannya adalah bahwa ada solusi angkutan yang mudah dijangkau meski lokasi jauh)
  • Tapi Cuma 5 menit dari setasiun kereta terdekat, pak/bu. (Cuma 5 menit memberikan kesan lokasinya dekat)
  • Kami berikan bonus sepeda motor bila bapak/ibu membeli unit kami. (Tentu saja bila Anda punya program bonus sepeda motor)
  • Dulu Depok itu juga jauh pak, tapi sekarang terasa dekat bukan? (Depok bisa diganti dengan daerah yang dulunya jauh tapi sekarang sudah maju, disesuaikan dengan kota Anda)

 Tanya : Harganya kok mahal?

Jawab :

  • Ada harga ada rupa pak, kualitas kami lebih terjamin, fasilitas kami juga lebih lengkap. (alihkan jawaban kepada keunggulan produk Anda)
  • Harga terjangkau untuk lokasi di sini pak/bu. Boleh dibandingkan kok.
  • Harga kami memang sedikit lebih mahal, tapi kami berikan bonus bebas biaya proses. Mungkin bila bapak/ibu hitung sendiri, malah bisa lebih mahal.
  • Rumah bukan semata-mata harga, tapi kenyamanan pak/bu. Di sini lebih nyaman dan tenang.

Tanya :  Kualitas bangunannya jelek

Jawab :

  • Bapak/Ibu boleh naikkan speknya. Tapi tentu saja harganya menjadi lebih mahal.
  • Jelek itu masalah selera pak/bu. Tapi kami bisa sesuaikan dengan selera bapak.

Dengan 3 contoh di atas, semoga kamu bisa kembangkan lebih bagus lagi. Bila perlu kirim hasil skrip tanya jawab mu ke kami via kolom komentar di bawah. Biar makin banyak yang belajar bukan?! Yuk!


3 Comments

sahlanproperty · May 15, 2013 at 14:11

sederhana tp sangat mengena.
Thanks pak atas pencerahannya..

dikdus · June 13, 2013 at 06:27

Penjelasan yang sangat berguna dan pasti akan saya terapkan di lapangan… thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *