Investasi Properti Di Masa Virus Corona

Sejak virus Corona atau Covid-19 dinyatakan telah menginfeksi orang Indonesia, membuat beberapa instrumen investasi seperti amblas dan terjun bebas. Sarana investasi itu sangat rentan dengan isu-isu yang beredar di masyarakat.

IHSG yang merupakan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta, turun lebih dari 500 poin sejak diumumkan adanya covid-19 di Indonesia. (lihat grafik). Berarti ada aksi jual yang membentuk harga saham lebih rendah dari harga-harga sebelumnya. Ada saham yang naik, tapi banyak juga yang turun yang menyebabkan IHSG menjadi melemah. Bakal ada rebound, tapi trend jangka menengahnya bakal turun.

Google.co.id

Sekarang kita coba lihat harga emas di Antam. Setelah diumumkan adanya covid-19, harga emas Antam masih bergerak naik. Tapi kemudian terjun dalam waktu 5 hari. Di bawah harga sebelum tanggal diumumkan adanya covid-19. Masih disinyalir adanya aksi take profit dari investor setelah harga emas menyentuh 852 ribu per gram.

LogamMulia.com

Kita lihat juga harga Rupiah vs Dollar yang ternyata juga menyentuh 14800 rupiah per dollar. Gampangnya dollar langka nih di Indonesia. Kadang kalau dipikir, kan mending pegang rupiah ya. Tapi masalahnya kalau dollar langka, kita akan kemahalan membelinya saat negara ini dan swasta membayar hutang luar negerinya. Kalau kemahalan, ekonomi kita secara makro menjadi keberatan.

Bank Indonesia

Bagaimana dengan pertumbuhan harga properti? Apakah masih menarik? Nah dibandingkan instrumen-insturmen investasi di atas, harga properti tidak diriset setiap hari. Data yang dapat kita andalkan mengenai riset harga properti adalah data dari Bank Indonesia. Itupun hanya pasar primer. Sedangkan riset harga pasar sekunder kami kesulitan mendapatkan datanya sejak 2013.

Bank Indonesia

Dari data IHPR Indeks Harga Properti Residential di atas menunjukkan bahwa inflasi harga properti per tahunnya di bawah 2% sejak Q2 2019. Imbas dari virus Corona kemungkinan akan membuat tingkat perubahan harga properti pada Q2 2020 turun lagi. Ini berarti dari investasi properti kita tidak dapat mengharapkan return yang bagus dari selisih harga.

Sedangkan dilihat dari harga properti komersial yang disewakan, convention hall terlihat lebih menonjol dibanding properti komersial lainnya. Namun mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan selesainya pesta demokrasi sehingga convetion hall menurun pula permintaannya.

Bank Indonesia

Nah instrumen investasi di properti yang bisa memberikan return yang baik untuk sementara ini ada pada skema crowdfunding properti. Dengan skema syariah atau konvensional, skema crowdfunding properti yang ada memberikan return dengan ekuivalen berkisar 10%-20% per tahun. Bandingkan dengan harga properti residensial dan komersial yang hanya mampu memberikan return (dari inflasi harganya) di bawah 2%.

Selain memberikan return yang bagus, nilai investasi yang dapat ditanamkan mulai 500 ribu saja. Ini akan sangat menarik sekali karena akan banyak orang yang dapat berinvestasi di properti.

Nah kamu gak perlu khawatir tentang virus Corona bakal membuat properti ambles. Ada instrumen properti yang mampu berikan return yang baik meski sejalan juga dengan resikonya. Timbang-timbang terus ya. Sekarang kamu googling aja tuh “crowdfunding properti”. Cari dan temukan yang membuat kamu nyaman dan terus berinvestasi di properti.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.