Hai, kamu sedang mau membeli rumah dari developer properti ya? Jangan-jangan kamu developer properti yang lagi boncos terus iseng-iseng ngecek gimana caranya menentukan harga jual propertimu? Ok, semoga kalian menemukan jawaban pada artikel ini.

Yes, developer properti tentunya menjual properti dan membebankan seluruh biaya serta profit pada harga properti yang dipasarkan. Apa saja komponennya?

Harga Proprerti = HPP + Biaya Umum dan Administrasi + Proyeksi Profit

  • HPP = Biaya Tanah + Biaya Perijinan + Biaya Perencanaan + Biaya Sarana dan Prasarana + Biaya Konstruksi
  • Biaya Umum dan Administrsi = Biaya Opersional + Biaya Pemasaran + Biaya Bunga + Biaya Pajak
  • Proyeksi Profit = Nilai keuntungan yang direncanakan

Biaya tanah adalah salah satu komponen biaya yang memiliki porsi besar dari seluruh biaya yang ada. Kelompok kedua yang terbesar adalah biaya konstruksi rumah. Kedua kelompok biaya ini bisa mencapai 60% dari total harga. Bahkan mungkin lebih pada beberapa kasus tertentu.

Jadi, kalau kamu beli rumah di perumahan atau dari pengembang, harga yang kamu bayarkan itu sebagian besar untuk biaya tanah dan biaya konstruksi rumah. Selebihnya untuk biaya-biaya lainnya.

Jika kamu merasa membayar lebih mahal dibandingkan membeli rumah di luar perumahan, wajar saja karena pengembang itu membebankan biaya prasarana dan sarana kepada konsumen. Gampangnya begini, misal pengembang membeli lahan 1 ha. Maka yang bisa dijual kepada konsumen hanya 60% dari total lahan. Sedangkan 40%nya akan dibangun sarana dan prasarana. Biayanya akan menjadi beban pembeli bukan?

Jadi kamu beli rumah di perumahan itu selain mendapatkan rumah, kamu juga “membeli” fasilitas seperti jalan, selokan dll. Sedangkan jika kamu membeli rumah di luar perumahan, fasilitas itu sudah tersedia sebelumnya.

Dan pengembang juga butuh profit. Kan mereka bekerja mulai memilih lahan sampai dengan ketemu kamu. Keringat mereka butuh kompensasi. Makanya proyeksi profit menjadi beban kamu juga.

Maka kalau kamu beli rumah dari pengembang, kamu itu turut mensukseskan pembangunan negara. Membantu meringankan pemerintah dari pengentasasan kemiskinan serta menekan pengangguran. Menambah pemasukan negara dari membayar pajak. Serta “menghidupkan” lingkungan sekitar yang mungkin sebelumnya sepi.

So, kapan beli rumah dari developer?


2 Comments

Glen · January 30, 2017 at 18:06

Wah Mantap banget …

Lolly Hida · October 28, 2017 at 13:54

makasih infonya. sangat membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *