Bikinlah Proposal Bisnis Properti Yang Simpel Tapi Nendang!

Bisnis properti itu membutuhkan modal yang besar. Klaim-klaim bisnis properti modal kecil, itu sebenarnya adalah modal sendiri yang kecil dan untuk kekurangan modal akan disupport oleh investor atau bahkan pemilik tanah. Pemilik tanah juga dapat kita sebut investor karena komponen biaya tanah adalah komponen terbesar dalam bisnis properti.

Seringkali kita membuat proposal bisnis yang tebal-tebal tapi gak ada satupun investor yang mau mendekat. Bahkan membacapun tidak. Kita hanya buang-buang kertas fotokopian aja jadinya. Fotokopi sertifikat, legalitas usaha dll plus rangkaian kata-kata yang puanjang bak novel.

Hal tersebut tidak akan terjadi bila kita melakukan beberapa hal berikut ini :

Pahami Kebutuhan Investor

Investor untuk menanamkan dananya ke usaha kita itu butuhnya paling tidak ada 3 hal.

  • Trust
  • Safety
  • Profitability

Nah urusan TRUST ini adalah urusan nomer wahid bagi sang investor. Biarpun itu bisnis nilainya kecil, return kecil, tapi kalau investor sudah TRUST dengan kamu, dia akan invest. Setelah TRUST, bagian terpenting berikutnya adalah SAFETY alias keamanan investasinya. Nah di sini kamu harus mampu menjelaskan resiko-resiko yang akan terjadi dan mitigasi resiko yang akan kamu lakukan. Sehingga investor merasa “sekyur” atas dananya yang ditanamkan di kamu.

Baru investor akan bicara PROFITABILITAS. Sebagai clue, tingkat keuntungan investasi itu sebenarnya wajar-wajar saja. Kalau kamu kasih jauh di atas rata-rata, investor bisa jadi malah ragu. Kalaupun dia gak ragu, dipastikan investor baru. Kalau investor yang “senior”, angkanya pasti tidak berlebihan. Angka di atas cost of fund di bank sudah dianggap menarik. Apa yang penting di sini adalah penjelasan kamu yang rasional masuk akal mengapa bisnis propertimu bisa memberikan return seperti yang ditawarkan.

Proposal Bisnis Properti Yang Singkat, Padat dan Jelas.

Kedua proposal tidak harus tebal dan tidak harus detil. Mungkin ini agak membuat kamu shock. Biasanya kamu menemukan proposal bisnis properti yang tebal-tebal. Dari penjelasan sampai analisa pasar hingga perhitungan RAB. Pertanyaannya, apakah dibaca oleh investor? Ingat, investor pegang uang, tentu pekerjaan mereka bukanlah untuk membaca proposal puaaanjangmu.

Ada yang namanya Executive Summary, semacam penjelasan singkat atas proyek yang memuat dimana proyek akan dilaksanakan, potensi pasarnya, total omzetnya, modal yang harus disiapkan, dan gambar-gambar pendukung. Selembar dua lembar sudah sangat cukup. Usahakan dalam 5 menit bisa selesai dibaca dan dipahami.

Dalam membuat Executive Summary, gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti. Kamu sih gak harus harus menggunakan bahasa ROI, IRR, PAYBACK PERIOD. Kadang bahasa itu tidak begitu penting. Yang penting Anda bisa menjelaskan maksud dan tujuan berinvestasi. Inget yang pertama tadi, pahami kebutuhan investormu!

Data Pendukung Pada Proposal Bisnis Propertimu

Ini penting, sedikit mendetilkan apa yang ada dalam Executive Summary. Data apa saja itu?

  • Lokasi proyek
  • Luas proyek
  • Siteplan awal
  • Proyeksi Rugi laba
  • Proyeksi Modal yang Dibutuhkan berikut jangka waktu dan bagi hasilnya
  • Bila perlu tambahi rencana desain promosi.

Kalau kamu menyusunnya sesuai penjelasan di atas, proposal bisnis propertimu gak akan lebih dari 10 halaman. Tapi proposal bisnis propertimu akan menjadi 10 halaman yang super powerful. Nendang banget! Mengapa? Karena mudah dipahami dan tujuannya jelas!

Apakah cukup? Ya tentu saja tidak cukup, proposal hanyalah pintu pembuka bukan? Bila pintu sudah terbuka, saatnya mengucap salam dan menjelaskan isi proposalmu dengan  presentasi yang lebih mendetil. Baru data yang lebih detil disampaikan.

8 thoughts on “Bikinlah Proposal Bisnis Properti Yang Simpel Tapi Nendang!

  1. Bagi saudara”yg ingin infestasi di bali yg mana lahan semakin sedikit dgn hrg yg begitu cpt melambung tinggi,sy siapkan lahan”strategis dan cocok buat kebutuhan anda yg sudah sy persiapkan dgn pembebasan lahan langsung owner.
    E-MAIL :supadmapande@gmail.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.