Jadi kamu sekarang sedang memasarkan apa? Rumah, perumahan, ruko, rukost, apartemen atau apa? Sekarang kamu adalah agen independen atau bergabung dengan perusahaan broker? Atau menjadi marketing di sebuah perusahaan developer?

Well, tugas seorang agen atau marketing properti, nyaris mirip banget. Bedanya seorang agen berdedikasi kepada banyak listing yang dimiliki oleh banyak owner. Sedangkan seorang marketing properti di perusahaan developer, berdedikasi pada satu perusahaaan.

Apa saja tugas seorang marketing atau agen properti secara umum?

Membuat Iklan Melalui Media Offline maupun Online.

Kamu akan “mengurusi” beberapa media seperti spanduk, brosur, banner, iklan koran, iklan di marketplace, sosmed dll. Media-media tersebut adalah tempat beriklan properti listingmu. Kamu perlu belajar dan mampu membuat iklan dan promosi. Tapi ingat, terlalu hardselling akan membuat iklanmu tak dilirik. Terlalu softselling pun dianggap kamu tak beriklan. Temukan yang pas!

Update Data atau Listing Produk Properti Secara Berkala.

Update data listing, baik menambah, mengurangi, mengubah data sebelumnya. Cari listing propertimu yang kurang mendatangkan incoming call. Kamu bisa menambah foto, mengurangi informasi yang tidak perlu, mengubah copywriting baik judul atau isi yang sekiranya dapat menggugah calon pembeli menghubungi.

Bandingkan dengan listing propertimu yang menghasilkan dan temukan apa yang perlu kamu update pada listing properti yang tak menghasilkan tersebut.

Mengantar Calon Pembeli ke Lokasi

Sebagai seorang marketing, kamu musti siap 24 jam mengantar calon pembeli ke lokasi. Tapi ya gak gitu-gitu amat sih. Jarang banget kok ada calon pembeli yang minta dianter jam 2 pagi. Pun kalau ada, kamu musti siap sedia. Kek suami siaga. Hehehe

Melakukan Presentasi Produk Properti

Ini sih sebuah keharusan! Kamu harus bisa melakukan presentasi produk baik one on one alias satu lawan satu maupun berhadapan dengan banyak audiens. Kemampuan ini perlu kamu asah terus menerus. Bahan bakunya adalah kamu harus menguasai product knowledge, mengetahui seluruh keunggulan produk propertimu serta mempersiapkan jawaban atas keberatan atau pertanyaan dari calon pembeli. Nah!

Membina Relasi Dengan Notaris dan Perbankan

Sebenarnya satu kata untuk tugas marketing atau agen, yakni membina relasi. Nah salah satunya adalah membina relasi yang baik dengan notaris dan perbankan. Karena kedua pihak tersebut akan sering kali berhubungan dengan kamu sebagai marketing atau agen, saat konsumenmu melakukan akad jual beli dan atau akad kredit.

Pastikan Dokumen Pembeli Terkumpul

Transaksi properti itu transaksi legalitas, maka dokumen legal konsumen dari KTP suami istri, surat nikah dll sampai dengan rekening tabungan harus mampu kamu kumpulkan. Terutama bagi mereka yang akan membeli melalui KPR. Tak hanya itu, dokumen legal properti juga perlu kamu siapkan. Semisal IMB, sertifikat, pajak-pajak dll.

Cek Properti Sudah Sesuai dan Minim Komplain

Marketing atau agen properti itu penghubung antara pembeli dan penjual. Maka termasuk memeriksa kesiapan unit properti adalah kewajiban marketing atau agen properti. Sebelum konsumenmu komplain, kamu sebagai marketing harus mampu komplain kepada penjual bila unit yang dipasarkan mengalami cacat atau sekiranya tidak sesuai dengan harapan konsumenmu. Tapi komplainmu ya jangan sadis-sadis amat. Penjualnya kan teman kamu, yang ngebangun rumahnya juga masih tim kamu. hehehe.

Berat kan? Sebenarnya enggak berat kalau kita bisa enjoy terhadap pekerjaan ini. Mau nambahin lagi? Boleh, tulis aja di kolom komentar. Kami tunggu ya.


1 Comment

Ian Madany · May 31, 2017 at 20:26

Bagi pemula yang belum tahu seluk beluk masalah kelengkapan dokumen rumah, apakah sudah cukup dengan menjalin kerjasama dgn notaris?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *