Ketua umum Pengembang Indonesia menuturkan, seharusnya penentuan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) tidak sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah. Beliau mengharapkan adanya kerjasama antara pemerintah dan pengembang agar dapat diketahui secara pasti seberapa besar kebutuhannya.

Pada tahun ini, anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk FLPP senilai Rp 11 triliun. Akan tetapi, setelah diperhitungkan anggaran dana tersebut hanya dapat  membiayai 97.700 unit rumah.

“Kami sudah dapat anggaran dana subsidi dan asumsi kalau dijalankan mungkin April sudah habis,” kata Ketua Umum Pengembang Indonesia di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan pengembang akan memudahkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pengembangan perumahan yang dianggarkan setiap tahunnya. Diperkirakan sekitar 85 persen anggota PI adalah pengembang perumahan FLPP yang rentan dengan biaya kebijakan konsumen. Hal tersebut akan berdampak pada terhambatnya pembiayaan dan akan terjadi multiplier effect ke stakeholder seperti vendor, kontraktor, perbankan, sampai ke konsumen.

Menurut Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok bahwa Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diharapkan tidak mengeluarkan aturan yang sulit.

“Per 20 Januari PUPR mengeluarkan aturan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), yang pembangunannya lebih dipersulit. Rumah sederhana speknya seerti mau membangun rumah bertingkat,” kata Totok.

Alasan diadakannya kerjasama antara pemerintah dan pengembang dalam setiap pengambilan kebijakan yaitu agar aturan tidak berubah sewaktu waktu. Seperti yang terjadi 2 tahun sebelumnya yang mana, pemerintah dan pengembang sudah sepakat untuk membangun rumah yang sederhana akan tetapi, tiba tiba aturan tersebut berubah.

Sumber : Kompas.com


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *