Lembaga kajian Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai jika pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur tentu akan menarik banyak investasi langsung, utamanya di sektor konstruksi dan properti.

Karakter wilayah di Kalimantan Timur memang dikenal sebagai wilayah pertambangan batu bara dan minyak, serta gas bumi. Hal itu tentu akan menarik banyak pembangunan di sektor-sektor lain seperti misalnya konstruksi dan properti.

Selain itu, di wilayahnya sendiri juga dikenal sebagai wilayah yang potensi ekonominya sangat menjanjikan.

Bukan hanya konstruksi dan properti saja, dijelaskan juga, jika pembangunan pusat pemerintahan telah berjalan di ibu kota baru, maka akan ada sektor-sektor lain yang akan berkembang, seperti misalnya pariwisata serta perhotelan yang pastinya menjadi primadona baru di Kalimantan Timur.

Pengumuman ibu kota baru yang telah diumumkan oleh Presiden beberapa waktu lalu, menyatakan bahwa lokasi ibu kota baru terletak di Penajam Paser dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Dikatakan oleh presiden, jika pemerintah memiliki ketersediaan lahan yang luasnya 180 hektar di provinsi tersebut. Tentu saja, hal itu juga akan membuat pemerintah untuk terus mengembangkan industrialisasi di Kalimantan Timur.

Tidak perlu waktu lama, ketika pembangunan sudah berjalan, konsumsi masyarakat Kaltim pun akan menggeliat dan tentunya menyokong pertumbuhan ekonomi secara regional.

Namun, bila melihat komposisi PDB Kalimantan Timur, investor dan ekspor tetap akan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, bukan konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, ada langkah apresiasi mengenai pendanaan untuk pemindahan ibu kota yang meminimalisasi penggunaan anggaran dari APBN, melainkan dengan mengundang pembiayaan dari swasta. Namun diingatkan juga untuk sektor-sektor pelayanan publik seperti transportasi dan rumah sakit, supaya tidak sepenuhnya mengandalkan pembiayaan dari swasta.

“Jangan sampai fasilitas publik sepenuhnya diberikan kepada swasta, karena nantinya justru tidak akan terjangkau oleh publik itu sendiri karena swasta pasti berorientasi pada profitnya.” ujar Andry.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa dipilihnya Kalimantan Timur karena memiliki lokasi yang strategis mengingat provinsi tersebut ada di tengah-tengah Indonesia.

Selain itu, Kalimantan Timur memiliki kota-kota yang sudah berkembang, seperti Kutai Kertanegara dan juga Samarinda serta Balikpapan.

Jokowi juga mengatakan dana yang dibutuhkan untuk pemindahan ibu kota tersebut nilainya mencapai Rp 466 triliun. Tetapi kebutuhan dana itu tidak akan dipenuhi pemerintah semuanya.

Anggaran yang berasal dari APBN hanya sebesar 19% atau sekitar Rp 88,5 triliun. Sementara itu kebutuhan dana lainnya akan dicari dari sumber lain, seperti dana swasta maupun BUMN. Selain itu, pembangunan ibu kota baru juga akan dilakukan dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

( Sumber : Pikiran Rakyat )


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *