Kebutuhan untuk memilki rumah tinggal bagi kaum milenial bisa jadi tidak hanya dalam konsep kepemilikan rumah pribadi.

Tren generasi milenial yang tidak lagi menginginkan untuk memiliki rumah dan tanah, serta penghasilan sebagian besar generasi ini yang tidak memungkinkan membeli rumah di tengah kota memerlukan solusi baru yang lebih relevan.

Pembangunan rumah dengan skala Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi memang menjadi salah satu faktor penggerak laju perumahan di Balikpapan dibandingkan dengan perumahan komersial.

Berkaitan dengan hal di atas, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dicurhati mengenai komoditas karet saat membagikan sertifikat tanah di Kalimantan Barat (Kalbar). Jokowi langsung angkat bicara mengenai isu tersebut.

Seorang peserta acara yang bicara harga karet adalah Isra. Dia dipersilakan Jokowi maju untuk memperkenalkan diri. Isra ditanya untuk apa jika sertifikat tanahnya diagunkan di bank.

“Pertama, untuk karet, tapi karena harga karet…,” ujar Isra di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2019).

Jokowi merespons Isra dengan menyebut komoditas karet sedang turun. Pemerintah, diakuinya juga kesulitan mengatasi hal tersebut.

“Semua komoditas internasional harganya turun. Nggak batu bara, nggak nikel, nggak karet, nggak sawit, semuanya turun. Kita harus mengerti ini. Pemerintah kesulitan untuk mengatasi itu karena ini komoditas global,” ujar Jokowi.

Namun ia juga menemukan beberapa solusi untuk mengatasi soal komoditas karet. Salah satunya dengan mencampurkan karet untuk bahan baku aspal.

“Memang beberapa saya perintahkan menteri PU untuk dipakai di dalam negeri untuk campuran aspal, produksinya banyak sekali,” kata Jokowi.

Mengenai sertifikat tanah, Jokowi menargetkan seluruh bidang di Kalimantan Barat tersertifikat tahun 2025. Saat ini, pemerintah mengejar target 9 juta sertifikat tanah tahun ini.

“Di Kalbar akan diselesaikan tahun 2025. Di seluruh Tanah Air harusnya bidang bersertifikat 126 juta,” ucapnya.

Pembangunan hunian murah ataupun subsidi tersebut banyak terjadi untuk Balikpapan Utara yang masih banyak terdapat lahan kosong. Selain itu dibandingkan dengan wilayah Timur, harga lahannya masih jauh lebih murah. Selain itu lokasinya lebih mudah menjangkau pusat kota. Hal itu lantaran pembangunan kawasan timur telah banyak untuk industri, perkebunan, dan tempat rekreasi sehingga lahan pemukiman kian jauh lagi.


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *