Akhirnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merealisasikan janji kampanyenya yang menyediakan rumah DP Rp 0. Rumah yang dijanjikan Anies di kampanyenya itu dibangun dalam bentuk vertikal yang artinya adalah rumah susun.

Janji kampanye yang telah direalisasikannya itu, ternyata membuat warga masyarakat khususnya warga DKI sangat terkejut dan merasa bahwa rumah DP Rp 0 itu tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Warga masyarakat menginginkan rumah yang harus direalisasikan pada janji kampanyenya adalah rumah tapak. Lalu, apa yang mendasari gubernur DKI itu membuatnya dalam bentuk vertikal?

Menurut, Dzikran Kurniawan, Kepala UPT rumah DP Rp 0 itu sengaja oleh pihaknya dibangun vertikal. Karena menurut Dzikran kembali, jika ingin membangun rumah tapak tentu sangat mahal harganya. Apalagi melihat tanah di Jakarta yang sangat padat.

“Kalau rumah tapak saya tanya pantes nggak, berapa harganya tuh, harga tanah aja berapa di Jakarta, mau dimana tanahnya buat bangun?Nggak kebayang harganya berapa kali lipat, mahal,” kata Dzikran kepada detikFinance, Selasa (13/8/2019).

Kembali dijelaskan oleh Dzikran, target yang diberikan dalam pembangunan rumah DP Rp 0 ini adalah masyarakat yang penghasilannya rendah. Lalu, jika dibangun rumah tapak dan mahal tentu pembelinya justru berasal dari kalangan menengah ke atas.

Perlu juga diketahui, bahwa rumah DP Rp 0 ini dibangun di atas lahan yang luasnya 5.686 meter persegi. Totalnya mencapai 21 lantai. Ada 780 unit yang dibagi menjadi 3 tipe, yaitu, tipe studio yang
jumlahnya 240 unit. Untuk tipe tersebut harganya berada di kisaran Rp 184.800.000 hingga Rp 195.800. 000 per unitnya.

Tipe yang kedua yang berupa kamar tidur, jumlahnya 180 unit. Kisaran harga yang dibandrol per unitnya adalah sekitar Rp 210 juta hingga Rp 213 juta. Sedang tipe yang ketiga yaitu, 2 bedroom jumlahnya 360 unit. Dengan kisaran harga sekitar Rp 300 jutaan.

( Sumber : detikFinance )


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *