Bergulirnya wacana yang sudah menjadi keputusan mengenai pemindahan ibukota baru, tentu saja berimbas pada penjualan tanah yang ada di dekat calon ibu kota baru. Di situs-situs jual beli online  ternyata sudah terjadi adanya penjualan tanah yang lokasinya berdekatan dengan calon ibu kota baru tersebut. Iklan-iklan itu menunjukkan berbagai lahan yang memang lokasinya berdekatan dengan calon ibukota baru yang memiliki akses mudah. Hal inilah yang menjadikan adanya “penggorengan” tanah yang lokasinya ada di calon ibu kota baru tersebut.

Ali Tragandha seorang pengamat properti menyatakan bahwa pemerintah sudah seharusnya melakukan persiapan untuk ketersediaan stok lahan yang digunakan untuk kebutuhan dari wilayah calon ibu kota baru tersebut. 

“Sebetulnya, sebelum ada calon ibu kota baru itu, pemerintah dan BUMN sudah membeli tanah untuk stok landbank. Kalau tidak ya harganya akan mengikuti mekanisme pasar, bisa saja jadi terlalu tinggi harganya,” kata Ali saat dihubungi detikFinance, Senin (12/8/2019).

Diungkapkan oleh Ali kembali, bahwa adanya pembagian lahan yang diperuntukkan sebagai fasilitas negara tentu harus dipercepat sebelum harga tanah yang kian naik. Pemerintah selain itu juga harus memiliki kemampuan untuk menyediakan lahan-lahan yang digunakan untuk masyarakat kelas bawah dan memastikan supaya harga tanah juga tidak ikut bergerak. 

“Jadi pemerintah juga harus membagi mana wilayah yang harganya tidak boleh bergerak. Jadi istilahnya di-freeze untuk masyarakat kelas bawah ya 10-20% sudah cukup lah itu harus dijamin,” imbuh dia.

Dikatakan kembali oleh Ali, bahwa masyarakat juga harus menunggu pengumuman resmi pemerintah mengenai penjualan tanah itu. Penting untuk dilakukan agar tidak terjadi spekulasi yang makin banyak di wilayah Kalimantan yang disebut-sebut sebagai calon ibu kota baru. 

Pergerakan tanah di wilayah Kalimantan saat ini memang sedang baik. Bahkan hal itu sudah terjadi sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota ke wilayah tersebut. Seperti misalnya Balikpapan yang mengalami pertumbuhan terbaik karena hasil non migasnya yang mulai membaik, demikian seperti yang dikatakan Ali Triagandha kepada detikFInance.”Kebetulan Balikpapan sempat anjlok tapi satu tahun terakhir sudah lumayan lagi. Aksi-aksi spekulasi ini memang sudah mulai ada di sana itu kan alamiah saja sebenarnya,” jelas dia.    (Sumber : DetikFinance)


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *