Konstruksi sarang laba-laba sangat perlu diadopsi sebagai pondasi dari sejumlah bangunan karena konstruksi sarang laba-laba ini dikenal sebagai pondasi tahan gempa, selain juga ramah lingkungan.

Wakil Direktur Utama PT Katama, Charmeida Tjokrosuwarno, pada Selasa (13 Agustus 2019) kemarin mengatakan bahwa keunggulan dari konstruksi itu karena terkait adanya paparan teknologi di ajang temu ilmiah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Sanur, Bali pekan lalu.

Menurutnya, konstruksi laba-laba ini sudah banyak digunakan untuk merevonasi bangunan- bangunan seperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah. Selain itu alat yang digunakannya juga tidak mengganggu penghuninya dan lingkungan sekitarnya. “Jangan sampai upaya untuk merehabilitasi bangunan tersebut mengganggu lingkungan sekitarnya, apalagi banyak sekolah yang lokasinya masuk ke pemukiman dengan kondisi jalan yang tidak terlalu luas,” ujar Charmeida.

Dikatakannya kembali, bahwa konstruksi laba-laba adalah karya anak bangsa yang banyak dipakai di perguruan tinggi di daerah-daerah rawan gempa seperti Aceh, Padang. Terakhir, konstruksi ini telah digunakan pula untuk pengembangan kampus Universitas SUltan Ageng Tirtayasa, Serang. “Saat terjadi gempa Aceh, Padang, Lombok, dan Palu ternyata banyak gedung yang masih aman berdiri hingga sekarang,” tambah Charmeida.

Diingatkan pula olehnya, jika masyarakat harus sadar bahwa sebagian besar wilayahnya ada di atas ring of fire. Dengan kondisi tersebut, maka sewaktu-waktu bisa saja terjadi gempa. Dengan kehadiran bangunan tahan gempa tentu memberikan perlindungan yang penuh akan aset serta penghuni did alamnya.

Forum ilmiah yang dilangsungkan di Bali pekan lalu itu, seorang profesor dari Prancis, Jean Louis Batoz yang berasal dari Universite de Technologie de Compiegne (UTC) Perancis, sangat tertairk dengan konstruksi sarang laba-laba tersebut. Profesor Batoz sendiri adalah seorag yang ahli di bidang struktur mekanik, dengan demikian dirinya paham betul mengenai konstruksi bangunan tahan gempa.

Secara kebetulan, profesor Batoz sedang berkunjung ke Indonesia dalam rangka memenuhi undangan sebagai pembicara di Bali dan sangat mendukung akan riset tentang pondasi sarang laba- laba ini. “Saya sudah minta kepada Soelarso Soelarso seorang pengajar Teknik Sipil Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa untuk mengumpulkan data tentang konstruksi ini agar bisa dibuatkan simulasinya di laboratorium kami, di Perancis, ” demikian kata dari Profesor Batoz. (Sumber : Kompas Properti)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *