Jangan suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Jadilah diri sendiri.

Sering dengar kalimat itu?

Ada benarnya dalam urusan pribadi. Dalam urusan bisnis, berlaku sebaliknya.

Kita wajib tau apa saja kelebihan dan kekurangan produk atau bisnis kita.

Dalam mazhab REDMARK, kita perlu menyusun minimal 10 KELEBIHAN dan KEKURANGAN PRODUK.

Dari 10 itu, cari masing-masing SATU yang “TER”.

Dari mana kita tau dan buat apa ?

Dari mana ?

Di atas sudah disinggung.

Kelebihan dan kekurangan adalah perbandingan. So, hanya mungkin diperoleh dengan membandingkan produk atau bisnis kita dengan KOMPETITOR.

Maka kita perlu tau, kenal, paham hingga serinci mungkin tentang kompetitor kita.

Kompetitor yang mana?

Mosok masih nanya..

Tentunya mulai dari yang terdekat dalam hal produk maupun lokasi. Ini karena kita sedang bicara dalam konteks bisnis properti tentunya. Hingga yang terkuat dan terhebat.

Lalu, apa yang dibandingkan?

Kami telah menyusun 8 COMPETING FACTORS yang nanti bisa ditambahkan daftarnya :

  • Lokasi
  • Type
  • Harga
  • Konsep & Desain
  • Spesifikasi
  • Fasilitas
  • Legalitas
  • Cara Pembayaran

Selanjutnya jika sudah ditemukan kelebihan dan kekurangan? Apa manfaatnya?

10 kelebihan adalah hal yang kita jual atau tawarkan kepada calon konsumen sebagai SOLUSI atas masalah yang mereka punya.

Sebab, bisnis adalah menjual solusi. Konsumen tidak peduli produk dan bisnis kita. Mereka hanya peduli kepentingan mereka yaitu solusi atas masalah yang mereka punya.

1 kelebihan adalah jualan utama kita. Branding atau persepsi yang akan kita identikan dengan produk atau bisnis kita. Sebab persepsi dalam bisnis harus dibentuk. Sebab jika tidak dibentuk dia akan liar. Sementara marketing adalah tentang persepsi. Orang tidak membeli karena realitas. Tapi karena persepsi mereka atas sebuah produk atau bisnis.

Sebarkan, sosialisasikan, kampanyekan ini kepada dan agar diketahui oleh sebanyak mungkin orang. Ini namanya brand activation, product activation, business activation, trust building, dan seterusnya. Pokoknya begitulah.

Lalu apa gunanya menyusun kekurangan?

Pertama supaya sadar dan bertobat kepada Tuhan. Ehehe.

Kedua, sebagai bahan untuk HANDLING OBJECTION.

Orang termasuk calon pembeli cenderung lebih mudah melihat kekurangan daripada kelebihan.

Padahal mana ada produk atau bisnis yang sempurna?

Kadang ada saja kekurangan yang tak terhindarkan.

Maka antisipasi. Minimal kita sudah menyiapkan jawaban. Bagaimana cara dan teknisnya terserah.

Dari 10 kekurangan, SATU yang TER adalah kekurangan yang utama. Paling menonjol. Paling mencolok. Maka siapkan antisisapinya.

Kelebihan dan kekurangan kompetitor juga perlu kita petakan.

Kelebihannya jadi sarana untuk belajar. Kekurangannya jadi tantangan untuk kita jawab. Mampukah kita memberikan apa yang tidak mampu diberikan kompetitor dan bahkan jadi kelemahannya.

Penulis : Zidni Ilman, YukBisnisProperti Indonesia


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!

Categories: BlogMarketing

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *