Telah dibuka kembali pendaftaran rumah DP Rp 0 bagi warga Jakarta. Program pembiayaan rumah ini diperuntukkan bagi masyarakat yang penghasilannya berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta per bulan.

Pertanyaannya kini, bagaimana dengan masyarakat yang gajinya di bawah Rp 4 juta per bulan?

Menurut kepala UPT Rumah DP Rp 0, Dzikran Kurniawan bagi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 4 juta akan diarahkan untuk menggunakan rumah susun sewa atau tempat tinggal sewa lainnya. Karena harga rumah dengan status hak milik ini memang harganya mahal.

“Lain lagi programnya, nggak bisa pakai DP 0 itu kan milik, mungkin rumah sewa. Rumah DP 0 itu milik, mereka lebih ke rusunawa mungkin, semua ada karirnya, nggak ada langsung loncat ke rumah milik. Memang mahal rumah milik,” kata Dzikran kepada detikFinance, Selasa (13/8/2019).

Ditegaskan oleh Dzikran bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah memaksakan untuk mengambil program rumah KPR DP Rp 0 tentu tidak akan kuat. Akibatnya kredit akan macet pembayarannya.

“Kalau mereka yang (penghasilannya) kecil itu tahu-tahu dikasih DP Rp 0 ya nggak kuat mereka, kredit macet yang ada. Masing masing ada menunya, nggak bisa dipaksakan memang,” jelas Dzikran.

Telah tertulis di dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 55 Tahun 2018, tentang Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan, harga rusun dipatok mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta dalam tiga kategori. Kategori pertama untuk terprogram, yaitu pindahan atau gusuran dengan sewa Rp 500 ribu per bulan.

Bagi mereka yang berpenghasilan rendah antara 2,5 juta hingga 4,5 juta yang harga sewanya Rp 765 ribu. Kemudian mereka yang penghasilannya dari Rp 4,5 juta hingga Rp 7 juta dengan harga sewa Rp 1,5 juta perbulan. Tentu untuk harga sewa itu belum termasuk biaya listrik dan air.

Adapun syarat dasar yang harus dipenuhi adalah KTP DKI Jakarta dan Kartu Keluarga, buku nikah, NPWP, dan surat keterangan belum mempunyai rumah dari kelurahan setempat.

Setidaknya ada 12 rusun yang bisa disewa di Jakarta, beberapa rusun tersebut adalah:

  • Rusun BLK Pasar Rebo sebanyak 346 unit.
  • Rusun Nagrak sebanyak 3.570 unit.
  • Rusun Rorotan sebanyak 1.020 unit.
  • Rusun Semper sebanyak 233 unit.
  • Rusun K.S Tubun sebanyak 524 unit.
  • Rusun Rawa Buaya sebanyak 778 unit.
  • Rusun Pulogebang Penggilingan sebanyak 636 unit.
  • Rusun Penggilingan sebanyak 1.530 unit.
  • Rusun Pulogebang sebanyak 255 unit.
  • Rusun Rawa Bebek sebanyak 255 unit.
  • Rusun Pengadegan 188 unit.
  • Rusun Tegal Alur sebanyak 95 unit.

(Sumber : detikFinance)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *