Susah jual properti? Mungkin setuju dengan tulisan berikut.

Waktu presentasi akhir sebagai syarat kelulusan dari kursus bahasa Inggris di tingkat advanced 4 lembaga bahasa LIA, materi saya adalah seputar penyebab harga dolar melambung saat krisis 98.

Intinya waktu itu saya menawarkan pemahaman sangat dasar dan sederhana bahwa kondisi tersebut bisa dipahami lewat hukum permintaan dan penawaran.

Guru saya waktu itu tampak kurang setuju. Dalam bahasa Inggris dia bilang, “saya tau apa yang kamu maksud. Tapi bukan seperti itu”.

Mungkin dia tidak terima kalo krisis yang begitu heboh dijelaskan dengan simpel agar mudah dicerna. 

Padahal, apapun judulnya, entah alasan utang luar negeri membengkak, aksi spekulan, atau apapun, tetep aja yang bikin dolar naik ya ujungnya karena permintaannya lebih besar dari penawaran. Ceteris paribus.

Dibikin rumit bisa. Dibikin gampang bisa. Tinggal mau pilih mana. Karena lebih muda dan lebih ganteng, saya ngalah aja. ^_^

**********

Nah, hukum permintaan dan penawaran tadi itu sebetulnya berlaku dalam hampir semua hal yang diperjualbelikan di jagat raya ini. Termasuk tentu saja bisnis properti.

Intinya, properti kita bakal mudah laku dan bernilai tinggi ketika permintaannya lebih besar daripada penawaran. Semakin LANGKA akan semakin mudah laku dan semakin bernilai tinggi.

Ini menjelaskan kenapa sebagian orang mudah menjual propertinya sementara sebagian lain mungkin sebaliknya.

Kata kuncinya bisa jadi adalah LANGKA. Jika produk Anda langka maka bisa jadi akan diantri oleh siapa saja. 

Itulah sebabnya dalam khazanah bisnis kita belajar mengenai dan didorong untuk melakukan INOVASI. Dari ilmu branding kita mengenal istilah rebranding dan recategory. 

Untuk apa inovasi? Untuk apa rebranding dan recategory? Untuk membuat yang BIASA menjadi LANGKA. Bagaimana menjelaskannya?

**********

Kalau hari ini ada yang kesulitan menjual properti coba cek data industri di tempatnya. Jangan-jangan sudah terjadi oversupply. Kelebihan penawaran. Coba googling tentang property life cycle atau property clock dan pelajari. Paling mudah, coba berkeliling dan amati dengan kasat mata. Apakah banyak properti yang sudah terbangun tetapi tidak terisi? Apa jenis dan tipenya? Ini sedikit saja dari ciri-cirinya.

Oversupply terjadi karena pelaku industri menawarkan obyek yang sama secara bersama-sama dalam jumlah besar melebihi yang pasar minta. Bisa jadi jenis, tipe, atau kategorinya yang sama. Bisa jadi juga karena bersama-sama membanjiri produk di wilayah yang sama.

Di dunia saham kondisi ini disebut bearish atau downtrend. Dalam ranah marketing dikenal sebagai red-ocean. Kompetisi di samudera yang berdarah-darah.

Dengan inovasi, rebranding dan recategory, kita mengubah sesuatu yang tadinya atau pada substansinya mungkin sama menjadi berbeda. Ketika berbeda, maka dia tidak lagi berkompetisi di ruang yang sama dengan pesaing sebelumnya tetapi menciptakan ruang baru. Dia berenang di samudera kompetisi baru yang biru. Blue ocean. Maka dia menjadi langka.

Bagaimana contohnya?

Kalau sekadar menjual rumah, tentu sudah biasa. Rumah adalah sebuah kategori produk yang sudah usang. Sudah terlalu jenuh. Maka kita bisa berkreativitas dengan membuat sebuah kategori baru. Maka misalnya, menyusul produk bank syariah, sebagian rekan kita melahirkan perumahan syariah. Bank syariah sendiri juga merupakan kategori baru dari bisnis perbankan.

Beberapa developer baru-baru ini memunculkan konsep rumah untuk milenial. Lebih ekstrim lagi kita bisa melakukan rebranding dengan bilang bahwa kita tidak menjual rumah, tetapi menjual “happiness”. Seperti produk ice cream yang menawarkan diri sebagai media untuk mendekatkan Ibu dengan anak.

Kalau Anda menjual pelatihan digital marketing dan sudah jenuh, buat kategori baru. Misal, pelatihan digital marketing syariah, khusus untuk kalangan tertentu dan dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah.

Kita juga bisa saja berkreativitas dengan berpikir terbalik. Jika selama ini orang atau kompetitor menjadikan motor sebagai hadiah pembelian rumah. Kita lakukan sebaliknya dengan skema tertentu dan perhitungan tertentu jika memungkinkan. Beli motor berhadiah rumah.       

Syaratnya satu. Jangan sampai sekadar langka. Pastikan demand ada. Daya beli juga ada. Tanpa itu ya sia-sia ^_^

**********

Sebagai penutup, bagaimana mengantisipasi agar tidak terjadi kesulitan dalam penjualan properti?

1. Riset pasar

Lakukan sebelum memilih lokasi proyek bagi developer atau memilih listing bagi agen properti. Rasanya semua sudah paham caranya. Saat ini bisa dilakukan dengan mudah secara online.

2. Inovasi

Buat produk Anda menjadi LANGKA

3. Iklan dan Promosi

Produk sudah LANGKA jadi sia-sia jika tidak ada yang mengetahui informasinya. Gunakan digital marketing untuk menjangkau sebanyak mungkin target market. Untuk belajar digital marketing bisa klik bit.ly/Redmark.

Sesederhana itu !


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *