Tanggal 29 Maret dibuka peringatan Milad ke 6 Pesantren Property Sentolo bertempat di Masjid Sukati Maksum. Acara ini diselenggarakan selama 3 hari sampai dengan tanggal 31 Maret 2019.

Acara dibuka oleh Ir. H. Bambang Ifnurudin Hidayat, pengelola Pesantren Property dan diikuti dengan materi-materi properti. Pada hari pertama diisi oleh Aryo Diponegoro, Harry Afandy, Ardian Denka, dan Haris Marga

Dalam pembukaannya, pak Bambang menyampaikan pesan, “Suatu saat nanti, kalian tidak perlu guru properti. Tapi kalian akan butuh Guru Kehidupan.”

Aryo Diponegoro menyampaikan materi perdana mengenai marketing properti. Aryo Diponegoro menyoroti mengenai banyak pengembang yang kesulitan menjual.

Jangan asal membangun unit, bila tak mampu jualan. Begitu, Aryo Diponegoro memulai sesi pertama materi di Pesantren Properti Sentolo Yogyakarta. Lakukan pertimbangan yg cermat sebelum membangun cluster.

Materi marketing dilanjutkan oleh Harry Afandy yang sangat powerful menyampaikan konsep Gunakan Persepsi Konsumen.

Menjual properti, tidak mudah. Tidak cukup membangun unit, lalu promosi. Sebaik apapun, bangunan yg anda jual, belum tentu ada pembeli. Saat ini dunia properti sudah berubah. Gunakan persepsi konsumen. Demikian, paparan Harry Afandi, pakar marketing properti, saat memberikan sesi kedua di peringatan Milad ke 6 di Sentolo Yogyakarta.

Pembicara berikutnya adalah Ardian Denka pada waktu selepas sholat Ashr sampai dengan menjelang Magrib.

Ardian Denka menyampaikan, “Sebaiknya, pembelian lahan, cash. Jangan termin. Agar dapat harga lahan murah. Sebab, kuncinya, jualan properti itu untungnya harus banyak. Kalau untungnya sedikit, jualan barang di marketplace saja. “

Demikian antara lain paparan Ardhian Denka, owner Indonesia Properti Club pada sesi materi properti ba’da Ashar di Pesantren Properti Sentolo Yogyakarta, Jumat (29/3).

SUKSES SALIP GURU

Lain lubuk, lain ilalang. Mungkin begitulah pepatah yang cocok buat Mohamad Haris Zulkarnain dan Ardhian Denka, saat ini.

Ardhian Denka, owner Indonesia Properti Club, saat ini lebih banyak berkampanye beli tanah atau lahan harus CASH.

Sedang Mohamad Haris Zulkarnain, owner Samargaland, banyak mengajarkan beli lahan cukup dengan bayar tempo.

“Prinsip keduanya sama, karena Ardhian Denka juga kadang sesekali minta tempo. Lalu Haris juga beberapa lahannya dibayar Cash” Jelas Bambang IH, guru property keduanya.

Yang menarik, saat Kang Haris –panggilan akrabnya – usai mengisi materi property kepada seribu santri property, dari berbagai pelosok nusantara, aplaus dan sambutan peserta luar biasa, hingga 24 kali aplaus.

Pemaparannya memukau peserta, tak ayal lagi, Bambang selaku Mahaguru property langsung merebut michrophone.

“Haris Sukses, luar biasa, saya bangga. Kalian tahu, siapa dibalik kesuksesannya?. Silahkan duduk disini, dialah gurunya Haris, dia Ardhian Denka” ujar Bambang dengan nada bicara masih terdengar gemetar, terharu.

Awalnya Ardhian menolak, malu malu, setelah ditarik tangannya oleh Bambang, gurunya, Ardhian ahirnya duduk di kursi kehormatan.

“Kamu layak duduk disini, dan Haris harus sungkem kepadamu, sebagai bukti bahwa murid harus tetap hormat pada gurunya, dan inilah yang disebut unggah ungguh dalam budaya jawa” lanjut Bambang.

Harispun membungkuk menyalami dan hendak mencium tangan Ardhian, namun Ardhian buru buru memeluk Haris.

Kontan saja, seluruh peserta yang menyaksikan adegan tersebut, mengucek ucek mata, berkaca kaca, ikut larut dalam keharuan.

Kontributor : Uha Bahaudin


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *