Membeli Crowd

Kemaren nyari-nyari di IPE 2018 nggak ketemu. Bener aja, pas nanya mbak-mbaknya memang Sinarmas Land gak ikutan event di JCC itu.

Sempet heran juga. Kok salah satu raksasa properti itu nggak ikutan pameran properti nasional. Padahal brand besar lain bisa dibilang hadir semua.

Apa beda segmen? Udah laku tanpa pameran? Atau ada alasan lain?

Ternyata baru tau kalo di ICE BSD ada acara Pekan Raya Indonesia. Mungkin SML milih pameran di sana. Daripada “beli crowd” dari IPE, mending manfaatin crowd di negeri sendiri. Bisa jadi itu pertimbangannya. Udah lah dapet crowd “gratisan”, malah dapet income pula dari tiket.

Jadi dapet insight. Marketing itu ya ternyata memang tentang crowd. Tentang kerumunan bahasa Indonya. Saat ikut pameran atau beriklan substansinya uang yang kita keluarkan adalah untuk membeli crowd yang dimiliki si pameran atau tempat beriklan itu. Mereka sendiri bertanggung jawab mendatangkan pengunjung alias create crowd.

Entah “beli” atau “bikin sendiri” kita wajib punya kerumunan. Kalo nggak.. ya mau jualan ke siapa?

Penulis
Zidni Ilman
Presiden YukBisnisProperti Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *