Lika Liku Laki-Laki Seorang Agen Properti PART 1

Anda sudah memutuskan untuk terjun kedunIa properti. Anda sIap belajar dan Saya mengasumsikan bahwa anda sudah menemukan alasan anda kenapa anda harus terjun kedunIa properti. Kalau sudah, mari Kita belajar bersama agar anda semakin tahu dengan tujuan anda.

Sebelumnya Saya ingin bercerita tentang seorang tokoh. Sebut saja namanya Ken. Nama lengkapnya tidak perlu kita cari tahu. Yang jelas, Ken juga pernah mengalami hal yang sama ketika masuk kedunIa properti. Ken sebenarnya seorang sales minuman dingin yang harus berkeliling setiap hari dari agen ke agen untuk memenuhi targetnya. Ia sudah meniti karir dari mulai mengurus agen kecil di kecamatan hingga menjadi Sales Manager yang mengurusi distributor disatu provinsi. Ia sudah mapan dengan dunia penjualan ritel namun Ia tidak lupa dengan mimpinya dari dulu.

Ia ingin menjadi developer properti! Apalagi setelah Ia membaca buku karangan Mas Aryo Diponegoro yang berjudul “Raja Bisnis Properti Megaprofit No. 2”. Ia semakin mantap memasuki dunia properti. Ia sudah mencoba beberapa kali melamar ke perusahaan developer properti namun selalu ditolak. Hambatan pertama adalah umurnya. Kedua Ia bukan lagi ‘fresh graduate’ dari Universitas terkenal. Tapi Ken tidak menyerah. Ia selalu yakin ada cara lain.

Supri dan Kudil adalah duo makelar terkenal di Karet Bivak yang mempunyai spesialisasi kamar kos dan rumah kontrakan. Ken tahu bahwa walaupun tadinya Ia mempunyai posisi sebagai manager, namun untuk masalah makelaran Dia harus belajar dari dua orang ini. Ia pun mulai mendekati dua orang ini dengan mengajaknya mengopi hingga membelikan mereka rokok. Tidak lama hingga akhirnya Ken mendapatkan kepercayaan dari mereka hingga mereka mau berbagi ilmu. Hal pertama yang mereka ajarkan bahwa untuk menjadi makelar profesional, harus mempunyai ‘LETING’.

Setelah putar otak 360 derajat lalu diputar lagi atas kebawah, bawah kejungkel, Ken menyadari bahwa maksud mereka adalah: LISTING. LISTING adalah Perjanjian kuasa untuk membantu menjualkan atau memasarkan properti dari pemilik properti kepada agen properti. Ken terpaksa harus membuka buku karya Pak Benny Lo yang berjudul “Catatan Rahasia Broker Sukses”. Bila anda ingin serius menjadi makelar buku ini sangat rekomended untuk dibaca.

LISTING menjamin bahwa hasil kerja anda akan diganjar dengan komisi oleh pemilik properti. Aturan baku didunia agen properti yang wajib membayar komisi adalah pemilik properti. Bukan pembeli, apalagi kanan kiri oke. Walaupun banyak juga yang seperti itu, namun untuk menjadi seorang agen properti yang profesional anda harus mengikuti aturan yang sudah lazim. Besaran komisi bagi agen properti yang berhasil menjual bisanya antara 1%-3% . Dan untuk komisi menyewakan properti klien anda antara 3%-5%. Namun ada juga yang lebih atau kurang dari itu. Semuanya sah asalkan dituangkan dalam perjanjIan LISTING anda dan disepakati kedua belah pihak.

Singkat cerita Ken berhasil CLOSING setelah berjibaku selama satu setengah bulan. CLOSING adalah apabila pihak penjual dan pembeli sepakat tentang harga dan tata cara pembayaran. CLOSING menjadi kata terindah bagi makelar manapun. Bagai dipanggil ‘Sayang’ oleh orang tercinta. Ken berhasil CLOSING menyewakan rumah seharga Rp 25 juta yang dibayar langsung 2 tahun. Kalau dihitung KOMISI yang Ken terima adalah Rp 50jt dikali 5% atau Rp 2.5jt. Lumayan!

Masih sepertiga penghasilannya sewaktu menjadi Sales Manager. Tapi paling tidak usahanya terbayar dan mimpinya didunIa properti terbuka perlahan-lahan. Makelar sebenarnya kata serapan dari Bahasa Belanda yang arti awalnya kurang lebih ‘orang yang menyelesaikan suatu transaksi’. Di Indonesia kata Makelar sedikit berkonotasi negatif dan agak direndahkan orang. Itulah, makelar dibutuhkan namun dijauhi sebagai predikat status. Jarang ada orang yang mengaku dengan bangga dirinya seorang makelar.

Tapi makelar adalah pekerjaan halal apabila anda:

  1. Menjunjung prinsip kejujuran.

Banyak makelar yang lebih senang mengakali kliennya daripada bersikap jujur. Ini sebenarnya sudah menjadi fakta bukan saja bagi makelar, namun banyak profesi lain. Makelar lebih senang menahan dan menyembunyikan harga ketika ada calon pembeli. Padahal sebenarnya didalam surat perjanjIan sudah disepakati tentang besaran komisi. Tetapi beberapa makelar lebih senang mendapatkan selisih harga dasar penjual dengan harga pembeli. Alhasil banyak makelar yang mengalami kegagalan.

Untuk itu makelar butuh menstandarkan prinsip berikut:

  1. Membuat perjanjian Diawal dengan jelas.

Bagi makelar surat perjanjIan pemasaran adalah langkah awal agar tidak terjadi konflik dikemudian hari. Isi perjanjIan bisa diisi:

– Nama pemegang kuasa penjual sesuai dengan yang tercantum di surat tanah atau setidaknya ada surat kuasa dari pemilik yang tercantum di surat tanah.

– Jenis properti yang dijual. Bisa tanah, rumah, ruko, kios, apartemen, kantor, gudang dll

– Luas tanah dan bangunan dari properti tersebut.

– Spesifikasi lain seperti jenis surat, imb, pbb dan bentuk bangunan.

– Benda-benda yang dijual bersamaan dengan properti tersebut. Kadang kala ada beberapa furnitur dan benda elektronik yang ikut menjadi bagIan penjualan. Pastikan itu tercantum dalam perjanjIan agar tidak ada selisih paham dikemuDian hari.

– Harga yang diminta oleh pemilik properti.

– Komisi. Ini yang paling penting. Harus tercantum agar hak makelar bisa terjamin ketika berhasil menjual properti tersebut.

Untuk prinsip-prinsip selanjutnya akan dibahas dalam bagIan 2 dari tulisan ini. Sementara semoga tulisan ini bisa menginspirasi anda untuk terjun ke dunIa properti.

Salam CLOSING.

Penulis
Dimas Laksmana
LINKA Properti

One Comment on “Lika Liku Laki-Laki Seorang Agen Properti PART 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *