Cara Pilih Bank KPR yang Tepat

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) merupakan salah satu metode yang paling banyak dipilih warga negara Indonesia agar bisa mendapatkan hunian impian. Itulah mengapa sejumlah developer yang membangun perumahan di bawah 1 Miliar, berlomba mencari bank partner untuk memudahkan perkara pembelian rumah bagi pelanggan mereka.

Di sisi lain, fasilitas KPR tentu sangat membantu meringankan beban keuangan seseorang. Karena mereka tidak harus mengeluarkan uang sebesar harga huniannya, tetapi cukup 15%-nya saja. Semisal untuk hunian dengan harga Rp500 juta, konsumen hanya perlu membayar uang muka sejumlah Rp75 juta saja. Sisanya tinggal dicicil dengan tenggat waktu yang disepakati. 

Ciri Bank yang Kredibel

Perlu diketahui, dalam hal ini bank sebagai lembaga penyalur KPR, adalah teman Anda. Bukan hanya tempat untuk meminjam uang semata. Anda akan berurusan dengan bank dalam jangka waktu yang cukup lama, minimal sampai cicilan KPR selesai.

Dan ini bukanlah tempo yang singkat. Oleh sebab itu, Anda harus benar-benar bisa memilih bank KPR yang dapat membuat Anda merasa nyaman dan yakin.

Perrtama buatlah daftar nama bank yang memiliki produk KPR. Atau tanyakan kepada beberapa kawan mengenai pengalamannya berurusan dengan mereka. Cari informasi dari koran atau majalah tentang produk KPR tersebut.

Kedua, kunjungi unit pelayanan konsumen dari sejumlah bank KPR. Utarakan harapan dan keinginan Anda, bandingkan pelayanan yang satu dengan yang lain dalam menjawab pertanyaan Anda. Pastikan Anda merasakan perbedaan dari cara petugas melayani permintaan nasabahnya.

Tidak hanya untuk referensi, mengunjungi sejumlah bank KPR di satu sisi juga dapat membangun rasa percaya diri Anda.

Ketiga, KPR adalah sebuah transaksi yang terbilang rumit, namun bank KPR yang memiliki pengalaman dan menjunjung tinggi etika bisnis dan pelayanan, akan mampu menjelaskan hal-hal yang baik dan kurang menyenangkan dalam proses KPR.

Terakhir, bank yang baik akan melakukan transparansi terhadap nasabahnya. Oleh sebab itu, sebelum mengajukan KPR ingatlah untuk menanyakan beberapa hal seperti:

  1. Persyaratan administrasinya apa saja?

  2. Berapa jumlah minimal uang muka alias DP?

  3. Suku bunga yang berlaku plus skema perhitungan bunganya

  4. Biaya-biaya terkait pencairan kredit. Mulai dari biaya provisi, administrasi, asuransi kebakaran, asuransi jiwa, pembuatan Akta Perjanjian kredit, biaya Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama sertifikat, pajak yang harus ditanggung, hingga pengikatan agunan.

Sumber: http://www.rumah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *