Biaya-Biaya dalam Proyek Pembangunan yang Harus Dikeluarkan oleh Developer

Menjadi seorang developer memang harus memperhatikan segala aspek agar proyek pembangunan yang dikembangkannya bisa berjalan dengan lancar. Selain aspek legalitas, perencanaan, dan konstruksi, aspek penting lainnya yang harus diperhatikan oleh developer adalah finansial. Aspek finansial sangat penting untuk diperhatikan karena berhubungan erat dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dalam RAB tersebut, tercantum budgeting untuk masing-masing pekerjaan yang dilakukan oleh developer. Oleh karena itu, sebelum melakukan proyek pembangunan, developer harus mengetahui terlebih dahulu biaya-biaya dalam proyek pembangunan, yaitu sebagai berikut:

  1. Biaya Legalitas

Biaya legalitas merupakan segala biaya yang diperlukan untuk pengurusan legalitas proyek, baik legalitas subjektif maupun legalitas objektif. Legalitas subjektif berkaitan dengan pendirian badan usaha. Sedangkan legalitas objektif berhubungan dengan legalitas dan perijinan lahan yang akan dijadikan proyek. Dari semua proses legalitas, biaya yang paling dominan adalah untuk akusisi lahan. Sedangkan biaya untuk pengurusan perijinan berbeda-beda di setiap daerah.

  1. Biaya Pembangunan

Biaya pembangunan terhitung dari seluruh biaya yang digunakan untuk pembangunan proyek secara keseluruhan. Besarnya biaya pembangunan bisa berbeda-beda tergantung dari konsumen yang ingin ditarget dalam proses marketing. Biaya pembangunan juga tergantung dari jenis material yang digunakan.

  1. Biaya Operasional

Biaya ini meliputi biaya untuk gaji karyawan dan manajemen, telekomunikasi, perjalanan bisnis, peralatan kantor, dan biaya pemasaran. Agar tidak terjadi keterlambatan proyek yang berdampak pada membengkaknya biaya-biaya tersebut, maka proyek pembangunan harus dijadwalkan sesuai dengan deadline.

  1. Pajak Penghasilan

Selain biaya-biaya dalam proses pembangunan proyek, developer juga wajib membayar pajak penghasilan (PPh) atas properti yang dimilikinya. Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia yang menyatakan bahwa pajak penjualan unit rumah berupa PPh final sebesar 5% dari harga jual masing-masing unit rumah.

  1. Biaya-biaya Lain

Selain biaya-biaya yang telah disebutkan di atas, masih ada biaya-biaya lain yang bisa saja timbul dalam proses pembangunan dan pengembangan proyek. Biaya-biaya lain umumnya berupa biaya untuk legalitas penjualan properti seperti biaya atas jasa notaris dan biaya provinsi untuk KPR bank. Namun biaya-biaya lain ini biasanya tidak seberapa besar.

Sebagai tambahan, proyek yang sudah berjalan perlu dimonitoring untuk mengendalikan arus lain. Dengan begitu, developer bisa mengetahui posisi keuangan proyek kapanpun.

One Comment on “Biaya-Biaya dalam Proyek Pembangunan yang Harus Dikeluarkan oleh Developer”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *