Rumah Tumbuh, Solusi Membangun Rumah yang Hemat

Memiliki rumah memang impian setiap manusia. Namun biaya membangun rumah yang relatif mahal memaksa kita untuk memiliki strategi agar bisa membangun rumah dengan dana yang terbatas. Adalah rumah tumbuh, salah satu solusi membangun rumah yang hemat dengan biaya yang tidak terlalu banyak. Rumah tumbuh merupakan konsep rumah yang direncanakan untuk tumbuh di kemudian hari. Dalam hal ini, pertama Anda membangun rumah sesuai dengan dana yang Anda miliki terlebih dahulu, namun desain rumah sudah disiapkan untuk kelanjutan pembangunan suatu saat nanti. Rumah dibangun secara bertahap sesuai ketersediaan dana. Misalnya, saat ini rumah dibangun dengan 1 kamar tidur saja, baru nanti dikembangkan menjadi 3 kamar dan lain sebagainya.

Rumah tumbuh sendiri dibagi menjadi rumah tumbuh vertikal dan rumah tumbuh horizontal. Sesuai namanya, rumah tumbuh vertikal direncanakan untuk tumbuh ke atas, sedangkan rumah tumbuh horizontal direncanakan untuk tumbuh ke samping. Pemilihan arah rumah tumbuh biasanya tergantung dari ketersediaan lahan untuk membangun rumah. Dari segi biaya, pembangunan rumah tumbuh vertikal lebih tinggi dibandingkan dengan rumah tumbuh horizontal. Hal tersebut karena diperlukan persiapan pondasi yang lebih dalam untuk rumah tumbuh vertikal.

Untuk membangun rumah tumbuh, diperlukan perencaan yang cukup matang. Hal ini terkait dengan gambar rumah yang akan dikembangkan, juga kaitannya dengan anggaran awal yang tersedia. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membangun rumah tumbuh, antara lain:

  1. Persiapkan tanah atau lahan untuk membangun rumah tumbuh. Jika tanah yang Anda miliki cukup luas, Anda bisa membangun rumah tumbuh horizontal. Namun jika tanah Anda sempit, sebaiknya bangun rumah tumbuh vertikal.

  2. Untuk membangun rumah tumbuh tahap pertama, siapkan dana awal. Dana yang digunakan untuk membangun rumah tumbuh tahap pertama tidak perlu banyak, tinggal disesuaikan dengan dana yang Anda miliki.

  3. Sebaiknya konsultasikan perencanaan pembangunan rumah tumbuh ini dengan arsitek kepercayaan Anda untuk membantu mendesain dan menetapkan tahapan rumah tumbuh. Biarkan arsitek yang memperhitungkan pondasi bangunan, struktur utama, serta desain tata ruang yang berkelanjutan.

  4. Fokuskan pada kebutuhan ruang inti pada tahap pembangunan pertama, misalnya 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan dapur. Untuk ruangan lainnya bisa dikerjakan pada tahapan berikutnya sesuai dengan dana yang ada.

  5. Sebaiknya Anda menghindar bongkar pasang pada tahap pembangunan berikutnya. Karena bongkar pasang relatif lebih sulit dilakukan pada tahapan pembangunan rumah tumbuh.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk membangun rumah tumbuh juga? Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *