150.000 – 200.000 Hektar Sawah Hilang Setiap Tahun

Pada tahun 2013 lalu tercatat ada 7,75 juta hektar lahan sawah yang tersebar di wilayah Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Budi Situmorang kepada Kompas.com. 

Penyusutan sawah di Indonesia terjadi setiap tahun. Bila hal ini terjadi terus menerus, maka dalam kurun waktu 38 tahun, sawah akan hilang. Karena berkisar 150 ribu hingga 200 ribu hektar lahan setiap tahunnya beralih fungsi dari persawahan ke non pertanian. Pemerintah perlu menseriusi hal ini.

“Betul. Pencegahannya makanya peraturan presiden (perpres) ini kami harapkan, alih fungsi kami tegas tidak boleh,” kata Budi kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Budi berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat segera menerbitkan perpres yang mengatur alih fungsi lahan pertanian. Tujuannya agar alih fungsi lahan dapat ditata lebih baik dengan memperhitungkan dampaknya. Karena sejak Undang-Undang (UU) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) terbit pada 2009, hingga kini belum ada satu pun perpres yang terbit sebagai aturan turunan.

“Perpres ini (untuk) mengamankan dulu sawah. Tetapkan dulu sawah. Kemudian kalau mau alih fungsi, pemerintah daerah (pemda) harus bersurat ke Menteri ATR. Di situ nanti kami putuskan setuju atau tidak, untuk kepentingan umum atau bukan,” tuntas Budi.

Artikel ini disadur dari Kompas.com dengan judul “38 Tahun Lagi, Lahan Persawahan Bakal Lenyap”, https://properti.kompas.com/read/2018/04/11/170000021/38-tahun-lagi-lahan-persawahan-bakal-lenyap.
Penulis : Dani Prabowo
Editor : Hilda B Alexander

 

 

One Comment on “150.000 – 200.000 Hektar Sawah Hilang Setiap Tahun”

  1. Biarin Lahan sawh berkurang.Habis sy petani jk fokus ke pertanian terutama pada hasilnya ngak bisa untuk penuhi kebutuhan hidup sehari hari.kecuali bila pemerintah mmberi tunjangan tiap bulan buat petani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *