Suka Duka Menjadi Developer Rumah Sehat Sederhana (RSH)

RSH atau Rumah Sehat Sederhana merupakan rumah bersubsidi dari program pemerintah yang bernama FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Rumah Sehat Sederhana dikhususkan bagi masyarakat kalangan bawah yang belum memiliki rumah. Menjadi developer Rumah Sehat Sederhana tentu memiliki suka duka, karena minimnya dana yang digunakan. Hal ini karena harga jual rumah bersubsidi sudah dipatok oleh pemerintah, yaitu dibatas 130-148,5 juta. Tentunya hal tersebut membuat developer harus pintar-pintar untuk meminimalkan biaya dalam penggunaan material agar tetap untung. Berikut beberapa hal tentang Rumah Sehat Sederhana dan suka duka developernya.

  1. Berbeda dengan rumah non subsidi, harga rumah bersubsidi dibatasi dengan harga tidak lebih dari 88 juta. Dengan harga tanah yang kian meningkat serta harga material yang terus naik, mau tidak mau developer harus menekan keuntungannya. Dengan harga jual yang tidak terlalu tinggi, menjadikan developer Rumah Sehat Sederhana harus memutar otak agar dana yang digunakan dalam pembangunan rumah bersubsidi tidak melebihi harga jualnya. Dampaknya, keuntungan yang didapatkan oleh developer tidak begitu banyak. Developer yang dapat memiliki keuntungan 12% dari laba bersih saja sudah bisa dikatakan untung.

  2. Karena Rumah Sehat Sederhana ini hanya dikhususkan bagi masyarakat kalangan bawah yang belum memiliki rumah, maka persyaratan untuk bisa memiliki rumah ini sedikit lebih rumit. Contohnya, untuk mengurus KPR-nya, konsumen harus memiliki surat keterangan belum memiliki rumah dan tentunya data yang digunakan juga lebih banyak daripada KPR untuk rumah non subsidi.

  3. Karena harga rumah bersubsidi sudah dipatok oleh pemerintah, maka kenaikan harganya sangat bergantung pada pemerintah dan kecepatan penjualan si developer. Rumah bersubsidi tidak mudah kenaikannya.

  4. Akibat keharusan menekan biaya pembangunan, membuat developer rentan mendapatkan komplain dari konsumen, biasanya dari segi kualitas bangunan. Hal tersebut wajar karena harga rumah yang sudah dipatok pemerintah mengakibatkan penekanan biaya pada proses pembangunan, termasuk pada pemilihan material untuk bahan bangunan. Sehingga kualitas Rumah Sehat Sederhana tidak sebagus rumah non subsidi.

  5. Satu lagi duka yang dialami oleh developer adalah sulitnya menemukan lahan yang sesuai untuk Rumah Sehat Sederhana. Karena harga jualnya yang sudah dipatok tidak lebih dari 148,5 juta, maka developer harus bisa menemukan tanah yang harganya di bawah 250 ribu per meter persegi untuk menekan biaya. Lahan yang seperti ini sangatlah sulit ditemukan. Apabila ada pun, fasilitas seperti listrik dan air pun juga tidak mudah diperoleh.

Itulah duka yang dialami oleh developer Rumah Sehat Sederhana. Sukanya adalah developer yang senang hati ingin membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan hunian akan merasa sangat puas akan hasil kerjanya.

2 Comments on “Suka Duka Menjadi Developer Rumah Sehat Sederhana (RSH)”

  1. Ini apa gak salah ya, bukanya harga tertinggi rumah subsidi utk thn 2018 sudah ditetapkan Kemenpupr?? Utk di jabodetabek harga nya Rp. 148 jt.. Mohon dicek min. Trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *