Sistem Referral, Salah Satu Metode dalam Marketing Properti untuk Mendapatkan Konsumen

Apa itu sistem referral? Sistem referral adalah salah satu cara dalam pemasaran untuk mendapatkan data potensial buyer melalui metode member get member. Cara seperti ini sudah terbukti efektif dan memiliki dampak yang besar untuk memacu penjualan perusahaan. Tidak terkecuali dalam pemasaran properti, sistem referral juga kerapkali digunakan. Jadi metode member get member itu seperti apa? Konsumen yang sudah pernah membeli produk properti di developer akan diberikan bonus atau hadiah apabila bisa merekomendasikan, memasarkan, serta mengajak orang lain untuk membeli properti pada developer tersebut. Dengan iming-iming hadiah, tentunya para konsumen akan berlomba-lomba untuk turut mempromosikan produk properti kepada keluarga, saudara, teman, kenalan, atau siapapun. Sehingga potensial buyer akan datang sendiri atau bisa didapatkan tanpa marketing harus bersusah payah.

Dalam aplikasi pemasaran properti, sistem referral bisa dilakukan dengan memberikan produk-produk populer seperti TV, furniture, dan lain-lain kepada referrer. Dimana hadiah-hadiah tersebut sudah dianggarkan dalam program marketing atau dengan menganggarkan dalam harga produk secara langsung. Contohnya, jika developer menjual properti seharga 500 juta dan developer ingin memberikan hadia TV senilai 20 juta kepada referrer, maka anggaran untuk TV tersebut bisa dimasukkan ke dalam harga properti. Sehingga harga jual properti menjadi 520 juta. Developer tetap tidak rugi.

Program ini juga bisa diberlakukan dengan sistem kelipatan. Jadi apabila satu orang konsumen bisa merekomendasikan kepada 5 orang, maka hadiah yang akan diberikan juga 5 kali lipat. Atau mungkin jika pembayaran konsumen dengan cara cash bertahap, developer bisa memberikan bebas cicilan pada referrer dan berlaku kelipatannya. Cara ini sungguh menarik bukan?

Dengan menerapkan sistem referral pada pemasaran properti, maka pemasaran akan lebih tertarget atau dengan kata lain developer akan mendapatkan potensial buyer yang benar-benar tepat. Misalnya saja, properti yang dijual untuk kalangan orang kaya, maka yang sanggup membeli pastilah orang kaya dan kenalannya juga pasti orang kaya. Akan tetapi yang perlu diingat adalah untuk tetap melakukan perhitungan dalam memberikan potongan-potongan kepada konsumen. Jangan sampai potongan cicilan yang diberikan justru memakan target keuntungan yang sudah ditetapkan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *