Mau Jualan Properti Makin Laris? Pakai Cara Ini

Ada banyak sekali media promosi untuk memasarkan properti, mulai dari media massa, media online, maupun media offline (cara konvensional). Memasarkan properti secara online maupun offline mungkin sudah sering kita dengar, begitupun juga dengan media massa. Jika kita memasarkan properti melalui media massa, umumnya kita bisa memasang iklan baris di koran atau majalah. Koran contohnya, mereka menjual space iklan bagi para pemilik produk untuk menawarkan produknya. Namun, tahukah Anda jika ada cara lain untuk berpromosi melalui koran? Ya, press release. Mungkin sebagian dari Anda sudah tahu, atau bahkan baru kali ini mendengarnya?

Berbeda dengan iklan yang sifatnya cenderung bombastis, menonjol, eye catching, press release merupakan semacam berita atau informasi yang dibawakan dengan cara lebih halus. Press release umumnya lebih mengutamakan narasi dan deskripsi produk properti. Press release menggunakan sifat naratif dan deskriptif dengan lebih cenderung bercerita dan memaparkan produk secara terang serta dibawakan oleh orang lain. Berbeda dengan iklan yang dipaparkan oleh pemilik produk, press release seolah menjadi mouth to mouth advertising.

Bagi seorang marketing properti yang ingin jualan propertinya semakin laris, tidak ada salahnya mencoba menggunakan press release sebagai media untuk beriklan. Dengan sifat naratif dan deskriptif serta dibawakan oleh orang lain, menjadikan promosi lebih mudah ditangkap oleh masyarakat. Sehingga terdapat potensi penjualan produk properti untuk semakin meningkat.

Sedikit saran, apabila Anda ingin membuat press release, ada beberapa penting yang harus diperhatikan agar press release yang Anda buat bisa “meledak”. Yang pertama, gunakan kreatifitas untuk mengaitkan narasi dan deskripsi produk properti. Gunakan kalimat yang menjawab pertanyaan 5W (Who, When, Where, Why, What). Yang kedua, jangan lupa untuk menampilkan judul yang hebat. Perhatikan unsur penting dalam membuat judul, yaitu pimpinlah dengan konsep, bukan nama brand Anda. Yang ketiga, hindarilah menulis jargon karena akan membingungkan pembaca dan menghilangkan pesan yang Anda selipkan. Yang keempat, jangan lupa juga untuk menyediakan sumber untuk memberikan nilai tambah. Yang kelima, jangan sampai lupa untuk mengoreksi. Kesalahan tata bahasa dan ejaan dapat membunuh kredibilitas Anda. Dan yang terakhir, bagikan berita Anda, agar semua orang dapat membacanya lalu Anda mendapatkan potensial buyer.

Itulah sedikit gambaran mengenai press release. Jika Anda ingin jualan properti Anda makin laris, bisa coba cara ini ya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *