Ingin Jadi Developer Properti? Ketahui Aspek Dasarnya Terlebih Dahulu!

Developer properti adalah orang atau perusahaan yang bergerak di bisnis properti sebagai pengembang (pembangun dan pemasar properti), baik itu berupa perumahan dalam skala besar maupun skala kecil. Jika Anda ingin menjadi seorang developer properti (khususnya developer perumahan), Anda harus mengetahui beberapa aspek dasar yang wajib dikuasai. Penguasaan terhadap aspek-aspek dasar ini agar developer mampu menghasilkan proyek sesuai dengan yang direncanakan. Apa saja aspek-aspek dasar tersebut? Berikut beberapa aspek dasar yang harus diketahui dan dikuasai oleh developer properti.

Aspek Legalitas

Agar proyek pembangunan bisa berjalan dengan lancar, maka hal utama yang harus diperhatikan oleh developer adalah aspek legalitas. Legalitas berkaitan dengan sertifikasi lahan yang akan dijadikan proyek pembangunan. Jadi jika developer tidak mampu menguasai ini, mustahil proyek bisa berjalan.

Legalitas juga berhubungan denga perijinan proyek. Perijinan proyek bisa berbeda-beda, namun yang jelas, inti dari perijinan proyek meliputi ijin lokasi, ijin pemanfaatan lahan atau tanah, ijin siteplan dan produk, serta Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Aspek Perencanaan

Sebelum proyek pembangunan dimulai, maka developer harus memperhatikan aspek perencanaan terlebih dahulu. Perencanaan meliputi tema arsitektur yang ingin digunakan dalam proyek serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari proyek yang akan dikembangkan. Tema arsitektur dan desain ruangan harus disesuaikan dengan selera pasar. Karena kedua faktor tersebut yang menarik minat konsumen. Penyusunan RAB juga harus memperhatikan semua faktor yang mempengaruhi proyek dari segi biaya. Karena hal tersebut akan menentukan apakah proyek bisa dikembangkan atau tidak.

Aspek Konstruksi

Dalam proses pembangunan fisik proyek, metode swakelola (dikerjakan sendiri) menjadi pilihan terbaik jika developer memiliki sumber daya manusia dan skill yang cukup. Kelebihan dari metode ini adalah developer bisa memiliki kontrol penuh terhadap progress proyek dan proyeksi keuntungan untuk kontraktor bisa menjadi milik developer sendiri. Namun untuk lebih praktisnya, developer umumnya menyerahkan proyek pembangunan kepada kontraktor yang sudah berpengalaman.

Aspek Finansial

Aspek finansial harus diperhatikan dengan baik karena berhubungan dengan RAB yang mana didalamnya tercantum budgeting untuk masing-masing pekerjaan. Aspek finansial mencakup beberapa bagian antara lain biaya legalitas, biaya pembangunan, biaya operasional, pajak penghasilan, dan biaya-biaya lain.

Setelah mengetahui aspek-aspek dasarnya, sudah siapkah Anda menjadi seorang developer properti? Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *