Pentingnya Penguasaan Product Knowledge Bagi Seorang Broker Profesional

Sebagai seorang broker profesional, Anda tentunya harus menguasai product knowledge, yang mana merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh broker profesional. Broker profesional harus menguasai properti yang dijualnya sehingga bisa menjawab segala pertanyaan konsumen terkait properti yang dijual, mulai dari kondisi fisik properti sampai legalitasnya.

Penguasaaan terhadap product knowledge akan lebih menumbuhkan kepercayaan calon konsumen sehingga peluang terjadinya closing semakin besar. Lalu, apa saja product knowledge yang harus Anda kuasai sebagai broker profesional? Ada dua jenis product knowledge properti yang harus dikuasai, yaitu kondisi fisik properti dan legalitas properti.

Beberapa kondisi fisik properti yang harus dikuasai oleh broker profesional:

  1. Luas tanah dan luas bangunan serta jumlah lantai dalam bangunan. Penyebutannya biasanya dengan tipe LB/LT. Misalnya rumah tipe 75/135, maka rumah tersebut memiliki luas 75 m2 dan luas tanah 135 m2.

  2. Tema arsitekur yang diterapkan pada properti, apakah modern minimalis, mediteranian, tropical, atau classic. Pastikan juga bahwa Anda menguasai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

  3. Rumah dijual dalam keadaan kosong atau full furnished.

  4. Jumlah line telepon dan fasilitas lainnya.

  5. Dimensi dan ukuran tanah.

  6. Jumlah kamar dan toilet.

  7. Dapur basah dan dapur kering.

  8. Sanitair

  9. Fasilitas umum di sekitar lokasi.

Sedangkan beberapa product knowledge berkaitan dengan legalitas yang harus Anda kuasai antara lain:

  1. Sertifikat properti. Jika properti yang Anda jual sudah bersertifikat, maka pastikan apakah sertifikatnya berupa Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), atau Sertifikat Hak Pakai (SHP). Jika sertifikatnya adalah HGB atau HP maka ketahui batasan masa berlakunya.

  2. Pastikan Anda tahu apakah properti yang Anda jual memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Kemudian cari tahu kapan IMB diterbitkan. Karena untuk KPR, bank kemungkinan mensyaratkan IMB dengan tahun yang tidak terlalu lama.

  3. Ketahui apakah properti yang Anda jual mempunyai Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tahun berjalan serta kepastian dari pemilik properti bahwa tunggakan menjadi tanggung jawab pemilik properti.

  4. Apabila nama yang tertera di sertifikat sudah meninggal dunia, maka perlu membuat surat keterangan kematian atau surat keterangan waris. Hal ini sebaiknya dilakukan sebelum melakukan pemasaran properti.

Itulah beberapa product knowledge yang harus dikuasai oleh broker profesional. Jika Anda menguasai hal-hal tersebut di atas ditambah dengan kepercayaan diri yang tinggi, maka kemungkinan closing akan semakin besar. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *