Ketentuan Dalam Menggunakan Gedung Milik Bersama

Keterbatasan lahan membuat sebagian besar pengembang membuat rumah deret. Apakah rumah Anda juga termasuk rumah deret? Biasanya rumah deret menggunakan prinsip dinding milik bersama. Kalau sudah begini, Anda harus hati-hati. Kenapa? Berikut penjelasannya.

Rumah deret adalah beberapa rumah yang bagian sisi bangunannya menyatu dengan rumah lain. Meskipun demikian, masing-masing rumah memiliki bagian tanah yang sudah dibagi dengan ukuran tertentu. Sesuai dengan penjelasannya, apa Anda sudah terbayang akan bentuk dari rumah ini? Ya, tentu akan ada bagian sisi dinding yang menempel satu sama lain. Dinding ini biasanya menjadi pembatas rumah dan juga halamannya.

Dinding pembatas antara rumah yang satu dengan rumah yang lainnya ini disebut sebagai dinding milik bersama. Berdasarkan namanya, dinding bersama ini tentunya memang diperuntukkan bagi pemilik rumah yang dindingnya saling menempel, seperti rumah deret. Tak jarang seseorang memiliki sifat egois, sehingga tidak memikirkan orang lain. Dalam hal ini, mungkin ada saja seseorang yang menggunakan dinding milik bersama untuk kepentingan dirinya sendiri. Misalnya, membuat lubang atau bangunan baru dari dinding milik bersama tersebut.

Perlu diketahui, penyalahgunaan dinding milik bersama ini memiliki penjelasan hukum. Hal ini tercantum dalam KUHPer pasal 641. Berikut isi pasal yang menjelaskan mengenai dinding milik bersama:

Seorang pemilik peserta, tanpa izin dan yang lainnya, tidak boleh membuat liang atau galian pada tembok bersama atau membuat suatu bangunan yang menyandar pada tembok itu.”

Tidak hanya itu, dalam peraturan yang sama, terdapat juga penjelasan mengenai syarat merombak bagian dari dinding milik bersama. Penjelasan tersebut ada dalam pasal 644 yang isinya:

Tidak seorang pun dari tetangga, tanpa izin dari pihak lainnya, diperbolehkan membuat jendela atau lubang pada tembok batas bersama dengan cara bagaimanapun juga. Akan tetapi ia boleh membuatnya pada bagian tembok yang ditinggikan atas biaya sendiri, asal ini langsung dikerjakan pada waktu mempertinggi tembok itu, menurut cara yang diatur dalam kedua pasal berikut.”

Nah, itu dia penjelasan mengenai aturan dinding milik bersama. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *