Jangan Sampai Salah, Ini Dia Ciri-Ciri Perumahan Syariah

14

Anda ingin membeli rumah di perumahan yang mengusung konsep syariah? Sudah dipastikan belum bahwa perumahan tersebut benar-benar syariah? Atau jangan-jangan Anda sendiri belum paham bagaimana perumahan syariah itu? Nah loh…

Perumahan syariah merupakan perumahan yang mengusup konsep “syariah” dengan ciri khusus yaitu tidak adanya riba, asuransi, dan juga denda. Pada intinya, seluruh transaksi pada perumahan syariah dilakukan sesuai dengan aturan Islam (syariah), seperti menggunakan prinsip akad jual beli, transaksi hanya dilakukan oleh dua pihak yaitu developer dan pembeli, tidak menjaminkan barang yang diperjualbelikan, serta tidak ada sita apabila terjadi kredit macet. Ciri-ciri perumahan berkonsep syariah yang telah disebutkan benar-benar berbeda dengan perumahan ada umumnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut akan kami jelaskan ciri-ciri perumahan syariah agar Anda tidak salah pilih.

  1. Tanpa Bank

Secara syariah, akad yang dibenarkan dalam jual beli adalah tidak adanya pihak ketiga, yang dalam hal ini adalah bank. Pada perumahan syariah, developer tidak melibatkan bank dalam proyek, baik untuk pembiayaan pembangunan maupun untuk urusan KPR. Developer mendapatkan dana dari investor dengan sistem bagi hasil yang sesuai syariah. Lalu, pada saat akad dilakukan pun bank tidak dilibatkan. Jadi yang melakukan akad hanya developer sebagai penjual dan konsumen sebagai pembeli.

 

  1. Tanpa Bunga

Cicilan rumah KPR syariah pada umumnya bersifat tetap (flat) hingga masa tenor berakhir (sampai lunas). Jadi pada perumahan syariah, cicilan KPR tiap bulannya tidak dipengaruhi oleh fluktuasi suku bunga bank. Karena suku bunga dalam syariah dianggap riba. Kesepakatan harga dan cicilan juga disampaikan pada saat KPR ditandatangani oleh konsumen, sehingga lebih transparan. Itu karena KPR syariah benar-benar menggunakan prinsip jual beli (murabahah).

  1. Tanpa Denda

Jika biasanya Anda akan dikenakan denda oleh bank pada saat telat membayar angsuran, maka pada KPR syariah Anda tidak akan dikenakan denda sepeser pun. Anda hanya akan diberi surat peringatan sebagai pengingat komitmen bayar angsuran ke developer. Untuk itu, Anda akan diminta memberikan alasan atas keterlambatan pembayaran. Biasanya developer akan memaklumi alasan Anda dan jika dirasa tidak menepati waktu pembayaran cicilan, Anda bisa me-reschedule pembayaran Anda.

  1. Tanpa Sita

Jika Anda mengalami kredit macet, gagal bayar, atau tidak sanggup melunasi cicilan, Anda tidak perlu khawatir rumah Anda akan disita oleh developer. Karena perumahan syariah tidak menerapkan sita rumah. Justru biasanya developer akan mencarikan solusi seperti menyuruh Anda untuk menjual rumah. Lalu uangnya bisa digunakan untuk membayar sisa cicilan dan sebagian bisa Anda kantongi sendiri.

Bagaimana? Sudah paham kah ciri-ciri perumahan syariah? Dari uraian di atas terlihat jelas perbedaannya dengan perumahan pada umumnya.

Leave a Reply

Required fields are marked*