Eh Penting Lho Balik Nama Sertifikat Tuh

Pada saat membeli rumah, hal penting yang tidak boleh dilupakan oleh pembeli rumah adalah balik nama sertifikat rumah dari atas nama penjual ke atas nama pembeli. Karena tidak jarang terjadi kasus hak kepemilikan tanah yang berujung pada sengketa. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh penjual dan pembeli yang tidak mengindahkan asas terang dan tunai. Misalnya, pembeli hanya menggunakan PBB dan kwitansi sebagai bukti transaksi. Sehingga transaksi yang dilakukan dianggap tidak sah secara hukum kemudian bisa menimbulkan masalah apabila suatu ketika si pembeli meninggal dunia dan Sertifikat Hak Milik (SHM) belum sempat dibalik nama serta diperparah dengan tidak adanya bukti yang legal akan hak milik properti tersebut.

Proses balik nama sertifikat sangatlah penting. Karena meskipun Anda sudah membayar lunas properti yang Anda beli tersebut, maka bila proses balik nama tidak Anda lakukan tetap tidak ada bukti hukum yang menyatakan bahwa properti tersebut adalah milik Anda. Selain itu, apabila Anda meninggal, bukan aset properti yang Anda tinggalkan melainkan sengketa yang Anda wariskan untuk keluarga Anda. Maka dari itu, lakukan balik nama sertifikat segera setelah Anda melakukan pembayaran untuk properti yang Anda beli.

Proses jual beli properti harus melibatkan pihak yang berwenang misalnya PPAT ataupun Camat yang merangkap menjadi PPAT. Selain itu, kedua belah pihak harus melakukan pembayaran atas jual beli yang dilakukan. Jadi sebuah transaksi jual beli bisa dianggap sah apabila kedua belah pihak telah menyelesaikan kedua syarat tersebut, yaitu asas terang dan tunai. Setelah kedua proses tersebut dilakukan, pihak PPAT baru akan mendaftarkan jual beli tersebut di Kantor Pertanahan untuk melakukan balik nama sertifikat menjadi atas nama pembeli.

Bukan hanya pada proses jual beli, balik nama sertifikat juga penting dan berlaku dalam pembagian harta warisan. Setiap aset properti yang dijadikan harta warisan harus ditandatangani oleh seluruh ahli waris dalam proses balik nama ke atas nama pewaris. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *