Langkah-Langkah Mengajukan Asuransi Untuk Rumah

9

Layaknya asuransi kesehatan, hunian Anda juga butuh diasuransikan, mengingat properti merupakan aset investasi yang memiliki progres harga yang terus meningkat. Tidak hanya akan mendapatkan ganti rugi secara finansial, dengan menggunakan asuransi properti Anda bahkan juga bisa terbebas dari biaya pembersihan puing, arsitek, dan surveyor untuk merenovasi rumah. Biasanya asuransi memiliki ketentuan premi yang harus dibayar oleh tertanggung, yang disesuaikan pada tingkat risiko. Semakin tinggi risiko, semakin tinggi pula preminya. secara umum tinggi-rendahnya premi dibagi menjadi tiga kelas konstruksi bangunan, yakni:

  • Kelas 1 bersifat tahan api

  • Kelas 2 relatif tahan api

  • Kelas 3 cenderung rentan terkena risiko, seperti lebih mudah terbakar

Lalu apa saja yang dilindungi? Ternyata, tidak hanya bangunan saja yang dilindungi, tetapi juga barang-barang berharga di dalamnya seperti perhiasan dan benda koleksi. Kemudian, bagaimana cara mengajukan klaim asuransi bila hunian Anda mengalami risiko, misalnya kebakaran?

  1. Saat Anda membeli rumah atau apartemen biasanya pihak bank atau developer akan menawarkan asuransi properti. Perusahaan asuransi seperti ini umumnya sudah menjadi rekanan yang telah disetujui baik dari pihak bank maupun developer. Proses ini lebih memudahkan Anda, karena Anda hanya tinggal memilih jenis tingkatan premi yang ditawarkan.

  2. Melakukan proses klaim asuransi. Jika terjadi risiko pada hunian Anda, pihak asuransi akan melakukan investigasi terlebih dahulu. Tujuan investigasi ini untuk menentukan kewajaran atau tidak dari klausul risiko.

Mengapa dilakukan investigasi? Karena, setiap bangunan memiliki perbedaan klausul. Baik rumah, apartemen, bahkan perkantoran memiliki kriteria klausul tersendiri. Untuk itu perhatikan baik-baik aturan klaim yang dikaitkan dengan klausul saat hendak mengajukan asuransi hunian. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*