Ingin Membeli Rumah dengan Take Over KPR? Simak Untung Ruginya Terlebih Dahulu

8

Take Over KPR adalah cara membeli rumah dari pemilik rumah yang mengalihkan proses kreditnya yang sedang atau masih berjalan. Hal ini biasanya terjadi apabila pemilik rumah ingin menjual rumahnya, akan tetapi cicilan KPR baru berjalan beberapa tahun padahal tenor waktu pelunasannya masih lama. Maka pemilik rumah bisa mengalihkan kreditnya kepada orang lain.

Nah, jika Anda ingin membeli rumah dengan take over KPR, Anda perlu mengetahui keuntungan dan kerugiannya terlebih dahulu. Berikut untung rugi membeli rumah dengan take over KPR.

Keuntungan:

  • Surat-Surat Kepemilikan Lebih Aman dan Terjamin

Rumah yang dibeli melalui KPR pastilah dokumen-dokumennya sudah lolos seleksi pihak bank. Bank juga pasti sudah memastikan bahwa dokumen-dokumen yang terkait dengan rumah KPR terjamin kelengkapan serta keasliannya.

  • Rumah Siap Ditempati

Rumah yang dibeli dari take over KPR biasanya proses cicilannya sudah berjalan beberapa tahun, sehingga dalam waktu beberapa tahun tersebut kondisi rumah sudah dalam bentuk fisik untuk siap ditempati. Hal ini berbeda jika Anda membeli rumah dari developer. Biasanya Anda harus menunggu beberapa tahun sampai rumah yang Anda beli selesai dibangun.

  • Nilai Rumah Lebih Tinggi

Membeli rumah dengan take over KPR maka artinya Anda membeli rumah dengan nilai kredit beberapa tahun yang lalu. Hal ini berarti Anda membeli rumah dengan harga yang lebih rendah daripada saat ini.

Kerugian:

  • Prosesnya Lebih Rumit

Membeli rumah dengan take over KPR memang prosesnya lebih rumit. Hal ini karena Anda harus melakukan 2 tahapan proses, yang pertama melunasi KPR pemilik rumah yang lama, dan yang kedua adalah mengajukan KPR yang baru.

  • Adanya Tambahan Biaya

Saat mengajukan KPR yang baru, Anda tetap akan dikenakan biaya administrasi seperti biaya asuransi dan biaya provinsi. Padahal biaya-biaya tersebut sebelumnya juga sudah dibayarkan oleh pemilik lama.

  • Membutuhkan Biaya Perbaikan

Karena rumah yang Anda beli bukan rumah baru, maka terdapat kemungkinan adanya kerusakan pada rumah tersebut. Maka Anda juga harus menyiapkan biaya untuk renovasi/perbaikan.

  • Bunga Kredit Lebih Tinggi

Bank biasanya membebankan suku bunga KPR lebih tinggi pada rumah bekas dibandingkan dengan rumah baru. Namun tergantung dengan kebijakan masing-masing bank.

  • Adanya Surat-Surat yang Belum Beres

Meskipun bank sudah menjami kelengkapan surat-surat atau sertifikat, namun terkadang ada kasus dimana surat-surat kepemilikan belum beres atau masih menggantung. Biasanya ini terjadi jika membeli rumah langsung dari developer. Untuk menghindari hal ini, Anda harus lebih cermat dalam memilih rumah dan pastikan kelengkapan sertifikatnya.

Dengan mengetahui untung ruginya, bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum membeli rumah dengan take over KPR. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Required fields are marked*