Hak, Kewajiban, dan Larangan dalam KPR Subsidi

7

Ada berbagai jenis KPR, salah satunya adalah KPR subsidi. KPR ini dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan batasan gaji tertinggi yang berbeda tergantung dari kawasan tempat bekerja. Jika Anda ingin mengajukan KPR subsidi, ada baiknya Anda memahami dulu hak, kewajiban, serta larangan dalam KPR subsidi sebagai berikut.

  1. Hak Debitur

Sebagai pemohon, masyarakat yang mengajukan KPR subsidi patut mendapatkan beberapa hak seperti:

  • Menerima kemudahan perolehan rumah melalui fasilitas KPR subsidi dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat, apabila memenuhi kriteria kelompok sasaran KPR subsidi.

  • Bebas pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku.

  • Rumah sejahtera yang dibiayai oleh KPR subsidi dalam kondisi siap huni sesuai dengan ketentuan KPR subsidi yang berlaku.

  1. Kewajiban Debitur

Selain hak, pemohon atau calon debitur juga harus memenuhi kewajibannya terhadap bank pemberi kredit meliputi:

  • Membayar angsuran KPR subsidi secara tertib dan tepat waktu hingga jangka waktu kredit selesai/lunas.

  • Menggunakan sendiri dan menghuni rumah subsidi sebagai tempat tinggal dalam jangka waktu paling lambat 1 (satu) tahun setelah serah terima rumah.

  • Memelihara rumah subsidi dengan baik.

  • Mengembalikan bantuan FLPP kepada Pusat Pengelola Dana Dan Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat, apabila melakukan pelanggaran terhadap ketentuan KPR subsidi.

  • Tidak akan menyewakan dan/atau mengalihkan kepemilikan rumah dengan bentuk perbuatan hukum apapun, kecuali Debitur meninggal dunia (pewarisan), Penghunian telah melampaui 5 (lima) tahun untuk rumah subsidi, atau Pindah tempat tinggal akibat peningkatan sosial ekonomi

  1. Larangan

Setelah mempelajari dengan detail perihal hak dan kewajiban, calon debitur pun harus memahami larangan yang berlaku sebelum akhirnya proses akad berlangsung. Pertama, membayar angsuran melewati batas waktu yang ditentukan (menunggak angsuran). Kedua, memberikan keterangan, pernyataan, dokumen yang tidak benar dan/atau palsu dalam pengajuan KPR Subsidi. Ketiga, menelantarkan rumah yang telah dibeli dengan KPR subsidi atau tidak menghuni rumah tersebut selama 1 (satu) tahun berturut-turut, setelah rumah diserahkan kepada debitur oleh developer. Terakhir, menyewakan dan/atau mengalihkan kepemilikan rumah kepada pihak lain.

Comments

  1. Semoga barokah,amminn

Leave a Reply

Required fields are marked*