Faktor-Faktor yang Membuat KPR Disetujui

8

Membeli rumah secara kredit bisa jadi merupakan ikatan, komitmen, atau perjanjian hutang piutang terbesar dan terpanjang yang mungkin pernah Anda putuskan. Wajar saja, harga rumah yang mahal pastinya berimbas pada besaran kredit dan lamanya waktu untuk mengembalikannya. Biasanya berlangsung antara 10 sampai 15 tahun, tergantung kemampuan Anda. Sayangnya untuk mendapatkan persetujuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dari bank bukanlah perkara yang gampang. Anda harus melalui berbagai tahap proses penyaringan dan bermacam proses administrasi dan legalisasi. Tidak gampang bukan berarti sulit. Yang jelas persetujuan permohonan KPR Anda memang sangat bergantung terhadap kemampuan finansial Anda. Nah, jika Anda ingin mengajukan KPR ke bank, berikut faktor-faktor yang perlu Anda perhatikan agar KPR Anda mudah disetujui.

  1. Penghasilan Anda

Untuk menghitung berapa besarnya maksimal pinjaman yang bisa diberikan, bank melakukan perhitungan berdasarkan penghasilan Anda saat ini. Jenis penghasilan yang dipertimbangkan bank adalah penghasilan rutin dan terjamin. Jadi jika penghasilan Anda kecil maka jumlah pinjaman yang diberikan bank juga kecil. Dan jika penghasilan Anda besar, semakin besar pula pinjaman yang bisa diberikan.

  1. Hutang atau Kewajiban yang Berjalan

Jika saat ini Anda sudah memiliki hutang yang berjalan, dengan kewajiban pembayaran cicilan hutang bulanan, maka otomatis bank akan mengurangi jumlah pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan Anda. Hal ini karena kewajiban yang berjalan tadi sudah mengurangi kemampuan Anda dalam mengambil pinjaman berikutnya. Jadi berapa berapa besar jumlah pinjaman KPR Anda akan disesuaikan dengan besarnya jumlah hutang yang sedang berjalan.

  1. Besarnya Pembiayaan

Terlepas dari faktor penghasilan, maka besarnya jumlah kredit rumah juga disesuaikan dengan harga rumah yang akan Anda beli. Umumnya bank juga tidak memberikan 100 persen pinjaman berdasarkan harga rumah, namun rata-rata sekitar 70 persennya saja. Sisanya, harus Anda biayai sendiri.

  1. History Kredit Sebelumnya

Jika Anda pernah memiliki sejarah utang yang kurang baik, seperti punya cicilan yang macet dan belum diselesaikan atau berurusan dengan pengadilan sehubungan perkara pinjam meminjam, maka itu akan menyulitkan Anda. Yang pasti, besar kecilnya pinjaman yang diberikan akan disesuaikan dengan faktor risiko gagal bayar yang pernah terjadi di masa lalu.

  1. Keberlangsungan Penghasilan Anda

Walaupun kebiasaan berpindah-pindah pekerjaan atau perusahaan tempat bekerja cukup bisa dimaklumi, namun bank lebih menyukai calon peminjam dengan masa kerja yang lebih stabil dengan peningkatan karir yang cukup baik. Masa kerja dan status kepegawaian, lamanya usaha berjalan, merupakan hal-hal yang dipertimbangkan bank sebagai indikasi keberlangsungan penghasilan Anda yang dapat mempengaruhi kemampuan mengembalikan pinjaman kelak.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*