Ketahui Biaya-Biaya Tambahan yang Timbul dari Membeli Rumah Bekas

Membeli rumah baru memang memerlukan biaya tidak sedikit. Sehingga banyak yang lebih memilih untuk membeli rumah bekas. Selain mendapatkan harga yang lebih murah, rumah bekas juga sudah siap untuk ditempati. Meskipun terkesan lebih mudah, namun membeli rumah bekas sebenarnya juga memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah adanya biaya-biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Biaya-biaya tersebut sebenarnya berkaitan dengan proses pengurusan surat-surat atau sertifikat dari pemilik lama ke pemilik baru. Lalu, apa saja biaya-biaya tambahan tersebut. Berikut kami berikan informasi mengenaik biaya-biaya tambahan yang timbul dari membeli rumah bekas.

  1. Biaya Pengecekan Sertifikat

Sebelum bisa memiliki rumah tersebut, Anda harus melakukan pengecekan sertifikat di kantor pertanahan setempat guna memastikan bahwa sertifikat rumah yang akan Anda beli tidak memiliki catatan seperti diblokir, sita, sengketa, atau catatan lainnya. Biaya pengecekan sertifikat tergantung dari kebijakan kantor pertanahan setempat.

  1. Biaya Akta Jual Beli

Umumnya PPAT menarik biaya 1% dari nilai transaksi untuk membuatkan akta jual beli. Namun biaya tersebut masih bisa dinegoisasikan. Biaya akta jual beli biasanya juga dibayar secara proporsional oleh penjual dan pembeli. Namun tidak menutup kemungkinan biaya ini dipikul oleh satu pihak tergantung kesepakatan.

  1. Biaya Balik Nama

Proses balik nama sertifikat dilakukan di kantor pertanahan setempat. Proses ini diajukan oleh PPAT dengan membayar sejumlah biaya sesuai dengan peraturan. Biaya balik nama ditanggung oleh pembeli.

  1. Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)

Biaya PNBP biasanya dibayarkan sekaligus pada saat pengajuan balik nama. Besarnya PNBP yaitu 1/1000 mil dari Nilai Jual Objek Pajak tanah.

  1. Biaya Pajak Penghasilan (PPh)

Biaya PPh harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. Pembayaran PPh biasanya dilakukan di bank penerima pembayaran untuk kemudian divalidasi ke kantor pajak setempat. Besarnya biaya PPh adalah sebesar 5% dari nilai transaksi.

  1. Biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

Biaya ini juga harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. Besarnya biaya BPHTB adalah nilai transaksi dikurangi dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) kemudian dikali 5%.

  1. Biaya dalam KPR

  • Biaya Pembuatan APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan). Biaya pembuatannya tergantung pada notaris yang membuatnya atau bisa dinegoisasikan.

  • Biaya Pemasangan Hak Tanggungan. Setelah APHT ditandatangani proses selanjutnya adalah mendaftarkannya ke kantor pertahanan untuk dibuatkan sertifikat hak tanggunan.

  • Biaya Provinsi

Pembeli rumah masih akan dikenakan biaya provinsi meskipun pemilik rumah yang lama sudah pernah membayarnya.

  • Biaya Asuransi

Apabila rumah bekas yang Anda beli belum diasuransikan, maka Anda juga perlu mengeluarkan biaya untuk asuransi.

Itulah biaya-biaya tambahan yang timbul dari membeli rumah bekas. Sebelum membeli rumah, pastikan Anda sudah menyiapkan dana lebih untuk biaya-biaya tersebut di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *