Ingin Bisnis Villa? Ketahui Dulu Aturannya

14

Anda ingin memulai bisnis properti khususnya di sektor villa? Sebelum Anda memutuskan untuk terjun ke dalam bisnis ini, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu aturannya. Ternyata bisnis villa diatur dalam Peraturan Menteri. Sebuah bisnis villa dapat berbentuk badan usaha Indonesia berbadan hukum atau tidak berbadan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bisnis villa terdiri dari villa bintang dan villa non bintang. Bukan hanya itu, villa bintang memiliki tiga penggolongan, yaitu diamond, gold, dan silver. Berbeda halnya dengan villa bintang, villa non bintang tidak memiliki penggolongan.

Bisnis villa pun memerlukan sertifikasi. Sertifikasi bisnis villa dilakukan untuk mendukung peningkatan mutu produk, pelayanan dan pengelolaan usaha villa melalui audit pemenuhan Standar Usaha Villa. Setiap villa yang beroperasi diwajibkan memiliki Sertifikat Usaha Villa. Ini merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Usaha Bidang Pariwisata kepada Usaha Villa yang telah memenuhi Standar Usaha Villa. Sertifikasi dan penerbitan Sertifikat Usaha Villa harus dilakukan penilaian terhadap:

  1. Pemenuhan persyaratan dasar; dan

  2. Pemenuhan dan pelaksanaan standar usaha villa.

  3. Sanksi Administratif

  4. Permen No.29 Tahun 2014 pun memuat aturan mengenai sanksi yang akan dikenakan kepada pengusaha pariwisata. Tentunya sanksi ini akan diberikan kepada pihak yang tidak melaksanakan dan/atau melanggar ketentuan. Pada pasal 21 dijelaskan bahwa akan ada sanksi administratif berupa:

    • Teguran tertulis

Teguran dilakukan paling sedikit 3 (tiga) kali. Selang waktu masing-masing teguran tertulis paling cepat selama 30 (tiga puluh) hari kerja. Teguran ini harus dikenakan sebelum sanksi-sanksi administrasi yang lain.

  • Pembatasan kegiatan Usaha Villa

Teguran dikenakan apabila pengusaha pariwisata tidak mematuhi teguran tertulis ketiga dan jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sudah terlampaui.

  • Pembekuan atau pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata

  1. Sanksi terakhir ini dikenakan apabila Pengusaha Pariwisata tidak mematuhi teguran tertulis ketiga dan telah lewat jangka waktu 60 (enam puluh) hari kerja, terhitung sejak tanggal teguran tertulis ketiga dikenakan.

Itulah aturan mengenai bisnis villa yang perlu Anda ketahui. Perhatikan aturan ini ya sebelum berbisnis villa. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*