Aturan Bagi Komisi dengan Agen Properti

19

Anda pasti sudah tidak asing kan dengan istilah agen properti? Ya, profesi yang satu ini memang tengah dilakoni oleh banyak orang. Salah satu daya tariknya adalah bagi penghasilan yang cukup tinggi. Memang berapa sih komisi atau penghasilan yang didapat oleh agen properti?

Ternyata kategori agen properti turut menentukan pembagian komisi yang akan didapat. Maksudnya begini, pembagian komisi antara agen properti independen dengan agen properti bersertifikat yang bekerja di bawah perusahaan jual beli properti tentunya akan berbeda. Apabila agen tersebut bekerja secara independen, maka komisi yang akan didapatkan tentunya sesuai dengan perjanjian awal dengan sang pemilik rumah. Berbeda halnya dengan agen properti yang bergabung bersama perusahaan perantara perdagangan properti yang akan didapat sudah ditentukan yaitu minimal 2% dari nilai transaksi.

Pertanyaan yang satu ini tentunya akan muncul di benak penjual atau pembeli properti. Sebenarnya, pemberian komisi kepada agen properti tidaklah wajib dan hal ini dilakukan berdasarkan imbalan saja karena telah membantu proses jual beli properti. Mengapa demikian? Biasanya, ada beberapa agen yang sudah mendapatkan komisi dalam jumlah tertentu dari perusahaan yang menaunginya apabila ia sudah berhasil menjual properti. Oleh sebab itu, kembali lagi bahwa pembagian komisi sebenarnya harus mengacu pada perjanjian awal.

Perlu diperhatikan, jika komisi yang diberikan kepada agen tidak sesuai dengan isi perjanjian awal, maka bisa saja agen atau perusahaan yang menaunginya menuntut secara hukum. Terlebih lagi jika semua kewajiban sudah dilakukan oleh agen atau perusahaan jual beli tersebut. Jika hal tersebut terjadi, maka agen properti atau perusahaan yang menaunginya dapat mengajukan gugatan ingkar janji ke pengadilan Negeri domisili hukum sang tergugat. Pelanggaran ini pun tercantum dalam Pasal 1243 KUHPerdata yang isinya sebagai berikut:

Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan Ialai, tetap lalai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan.”

Jadi seperti itulah aturan bagi komisi dengan agen properti. Perlu dipahami ya sebelum Anda menggunakan jasa agen properti. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*