Mau Beli Apartemen Second? Pertimbangkan Dulu Hal Berikut

15

Membeli apartemen second berbeda dengan membeli apartemen yang belum jadi. Saat Anda memutuskan untuk membeli apartemen second, maka Anda bisa segera mengecek lokasi dan keadaan gedungnya. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir jika apartemen yang ingin Anda beli ternyata lokasinya sulit dijangkau atau takut gedungnya tidak jadi dibangun, karena apartemen second pasti bangunannya sudah ada dan sudah pernah ditempati.

Akan tetapi tetap saja Anda harus memperhatikan beberapa hal sebelum membeli apartemen seken, mulai dari kelayakan unit, fasiliitas di apartemen, dan legalitas dari unit tersebut. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan membeli apartemen seken:

  1. Beberapa apartemen memiliki izin HGB yang memiliki jangka waktu tertentu (20-30 tahun). Pastikan unit apartemen yang Anda beli masa penggunaannya sudah hampir habis. Anda akan rugi karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperpanjang kepemilikan.

  2. Periksa kondisi fisik bangunan, mulai dari keretakan, cat yang terkelupas, kelembapan, kebocoran saluran, dll. Pastikan agar unit tersebut layak huni dan menguntungkan jika akan dijual kembali.

  3. Amati kelengkapan fasilitas di sekitar apartemen. Pilih yang dekat dengan fasilitas yang diperlukan: jaringan listrik, air bersih, telepon, supermarket, pusat perbelanjaan, taman bermain, sarana kesehatan, sarana olahraga, dan tempat ibadah. Usahakan memilih apartemen seken yang berada di kawasan yang sudah berkembang untuk meningkatkan nilai dan kenyamanan Anda.

  4. Perhatikan kelengkapan dan apakah dokumen-dokumen penting itu sah, khususnya sertifikat unit apartemen seperti sertifikat induk (HGB), surat izin penunjukan dan penggunaan tanah (SIPPT), surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

  5. Bandingkan harga apartemen ini dengan apartemen lain di kawasan sekitarnya. Pastikan membandingkan dengan apartemen yang tipenya mirip dengan Anda (dari sisi luas dan jumlah kamar tidur).

  6. Cari tahu kemudahan cara bayar, khususnya program cicilan ke bank atau kreditur lain yang ditunjuk. Anda bahkan bisa meminta bank tersebut untuk melakukan penilaian properti secara benar untuk dijadikan paduan menawar harga apartemen yang pas.

  7. Jangan lupa untuk mempertimbangkan biaya-biaya lainnya, seperti biaya renovasi (bila perlu), biaya transportasi dari tempat kuliah atau kerja, ketersediaan fasilitas dan keamanan lingkungan.

  8. Perhitungkan keseluruhan nilai transaksi, mulai dari nilai jual unit apartemen, saldo hutang pokok, dan besaran cicilan kredit yang masih harus dibayar ke bank.

  9. Cek riwayat pembayaran pemilik lama.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*