Cara Menjual Rumah Warisan

15

Menjual rumah warisan biasanya dilakukan untuk memudahkan pembagian warisan kepada ahli waris. Selain itu, juga untuk menghindari terjadinya sengketa, terlebih jika ahli warisnya lebih dari satu orang. Menjual rumah warisan harus dilakukan dengan tepat dan benar, agar tidak menimbulkan masalah atau konflik di dalam keluarga.

Menjual rumah warisan prosesnya pada dasarnya adalah sama dengan menjual rumah pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada pihak penjual dan pajak-pajak yang timbul karena jual beli rumah warisan tersebut. Berikut langkah-langkah dalam menjual rumah warisan.

  1. Melakukan Konsultasi dengan Pihak Berwenang

Sebelum menjual rumah warisan, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan pihak berwenang terlebih dahulu. Seperti notaris atau pengacara keluarga, atau bisa juga dari lembaga bantuan hukum. Tujuannya adalah agar adanya notaris/pengacara saat keputusan menjual rumah warisan dapat disahkan secara hukum serta disaksikan oleh seluruh pihak keluarga dan ahli waris.

  1. Melakukan Musyawarah dengan Keluarga

Sebaiknya lakukan musyawarah terlebih dahulu dengan keluarga sebelum memutuskan untuk menjual rumah warisan. Musyarawarah dilakukan agar tercapai kata mufakat dari seluruh anggota keluarga sehingga bisa diketahui apa yang mereka inginkan dari penjualan rumah warisan tersebut.

  1. Memenuhi Persyaratan Legalitas Penjualan Rumah Warisan

Saat menjual rumah warisan juga diperlukan dokumen-dokumen yang harus dilengkapi agar proses penjualan bisa lancar, diantaranya:

  • Sertifikat tanah (untuk pengecekan dan balik nama), Surat IMB (untuk diserahkan kepada pembeli setelah selesai proses akta jual beli), SPPT PBB 5 tahun terakhir beserta bukti bayarnya, bukti pembayaran telepon, listrik, dan air.

  • Data penjual dan pembeli yaitu fotocopy KTP dan fotocopy KK.

  • Ahli waris yang akan menjual properti harus menyiapkan dokumen berupa surat keterangan waris yang berisi keterangan mengenai anggota keluarga yang termasuk dalam ahli waris properti yang hendak dijual.

  • Setelah mendapatkan surat keterangan ahli waris, dokumen lain yang wajib dilampirkan adalah copy KTP seluruh ahli waris, seluruh ahli waris harus hadir untuk tanda tangan akta jual beli/AJB.

  • Penjual wajib menyiapkan surat keterangan kematian untuk membuktikan bahwa pemilik properti warisan benar sudah meninggal dan sudah menyerahkan kepemilikan ke semua ahli warisnya saat mau menjual rumah warisan tersebut. Surat keterangan kematian resmi dapat diperoleh dari kantor dinas kependudukan dan catatan sipil setempat.

Demikianlah cara menjual rumah warisan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*