Hukum Sewa Menyewa Properti yang Harus Diketahui Pemilik Properti

yukbisnisproperti.org desin

Selain diperjual-belikan, properti yang disewakan juga tidak kalah menguntungkan. Saat ini banyak properti yang disewakan oleh pemiliknya, baik rumah, kost, maupun apartemen. Apabila Anda memiliki properti lebih dari satu, Anda bisa menjadikannya sebagai ladang bisnis atau investasi dengan cara menyewakannya. Keuntungan akan mengalir ke kantong Anda tidak bulannya.

Namun sebagai pemilik properti, apakah Anda sudah tahu bagaimana hukum sewa menyewa properti di Indonesia? Jika belum, ada baiknya Anda mengetahuinya.

Perjanjian sewa menyewa properti diatur dalam Bab VII Buku III KUH Perdata tentang Sewa Menyewa, meliputi pasal 1548 sampai pasal 1600 KUH Perdata, yang mana Perjanjian sewa menyewa didefinisikan sebagai suatu perjanjian dimana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari suatu barang selama waktu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga yang oleh pihak tersebut belakangan telah disanggupi pembayarannya.

Selain itu, perjanjian sewa menyewa properti juga diatur dalam PP No. 44 Tahun 1994 yang menjelaskan tiga klausul yang harus disebutkan dalam perjanjian sewa menyewa yaitu hak dan kewajiban, jangka waktu sewa, dan harga sewa. Berdasarkan hukum properti di Indonesia, pihak yang menyewakan properti memiliki sejumlah kewajiban antara lain:

  1. Menyerahkan properti yang disewakan kepada penyewa.

  2. Memelihara properti yang disewakan sedemikian rupa sehingga dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksudkan.

  3. Memastikan ketentraman, kenyamanan, dan keamanan kepada penyewa properti.

  4. Menanggung semua cacat atau kerusakan properti yang disewakan.

Pemilik properti juga memiliki hak-hak sebagai berikut:

  1. Menerima uang sewa sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian.

  2. Menegur penyewa apabila penyewa tidak menjalankan kewajibannya dengan baik.

  3. Menuntut ganti rugi atas properti yang disewakan jika penyewa merusak kondisi properti sehingga tidak sesuai dengan tujuan penggunaan properti menurut perjanjian sewa.

Pemutusan perjanjian properti bisa dilakukan dengan persetujuan pihak penyewa. Namun jika ingin dilakukan secara sepihak maka harus dengan putusan pengadilan.

Itulah penjelasan hukum sewa menyewa properti yang harus diketahui oleh pemilik properti. Pastikan Anda memahaminya agar terhindar dari resiko-resiko yang tidak diinginkan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*