Begini Cara Membuat Proposal Proyek Properti yang Baik

13

Apakah Anda sedang ingin membuat sebuah proyek properti? Jika iya, pasti Anda membutuhkan investor untuk bekerja sama dengan Anda. Untuk mendapatkan investor, Anda perlu membuat proposal untuk proyek properti yang akan Anda jalankan. Dalam proposal, Anda harus membuat investor tahu bagaimana rencana proyek Anda ke depannya sehingga mereka tidak ragu untuk menanamkan modalnya pada proyek Anda. Namun, Anda harus membuat proposal proyek properti yang baik agar memperbesar peluang diterima oleh investor. Berikut kami berikan beberapa tipsnya.

  • Pertama, Anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang apa kebutuhan investor dalam investasi. Ada 3 hal yaitu trust, safety, dan profitability. Maka Anda harus memastikan bahwa Anda mampu memenuhi ketiga kebutuhan investor tersebut. Pastikan pada investor bahwa dengan bekerja sama dengan Anda, Anda dapat memberikan kepercayaan pada mereka, kemudian mampu menjaga keamanan investasi mereka, serta memastikan bahwa proyek Anda bisa menghasilkan keuntungan bagi investor. Buatlah ketiga hal tersebut ada di proposal Anda dan dipahami oleh investor.

  • Kedua, dari segi fisik proposal. Proposal tidaklah harus tebal dan tidak pula harus detail. Biasanya proposal proyek properti tebal, karena ada penjelasan sampai analisa pasar hingga perhitungan RAB. Namun coba dipikir, apakah investor akan membaca proposal yang tebal itu? Ingat bahwa investor pegang uang, tentunya pekerjaan mereka bukanlah hanya untuk membaca proposal panjang Anda.

Lalu bagaimana proposal proyek properti yang baik? Usahakan proposal yang Anda buat selesai dibaca dan dipahami dalam 5 menit . Ada yang namanya Executive Summary, semacam penjelasan singkat atas proyek yang memuat lokasi proyek akan dilaksanakan, potensi pasarnya, total omsetnya, modal yang harus dipersiapkan, serta gambar-gambar pendukung. Executive Summary ini ditulis satu atau dua lembar sudah cukup. Yang penting Anda bisa menjelaskan maksud dan tujuan bisnis properti yang akan Anda jalankan.

  • Ketiga, jangan lupa cantumkan data pendukung. Buatlah proposal yang dibuat lengkap segala datanya namun tidak perlu terlalu detail. Yang harus ada dalam proposal antara lain: lokasi proyek, luas proyek, siteplan awal, proyeksi rugi laba, proyeksi modal yang dibutuhkan beserta jangka waktu dan bagi hasilnya, dan bila juga tambahkan rencana desain promosi Anda.

Ingat, proposal hanya sebagai pembuka. Detailnya bisa Anda jelaskan melalui presentasi bukan? Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*