Antisipasi Bisnis Properti Tumbang Karena Hutang. Kenali Penyebabnya

yukbisnisproperti.org desin

Ya, namanya juga bisnis pasti ada kendala dan resikonya. Tidak terkecuali bisnis properti. Apalagi bisnis properti modalnya besar. Solusi bagi yang tidak punya modal besar yaitu berhutang. Benar, tidak seperti bisnis lain, bisnis properti memiliki keunggulan yaitu pembeliannya bisa dengan cara dihutang. Misalnya jika Anda membeli rumah dengan skema KPR. Pelunasannya dibiayai oleh bank dan Anda tinggal mencicil tiap bulannya. Itu namanya hutang kan? Tidak hutang ke bank, dalam bisnis properti dalam pembelian material bahan bangunan atau kontrak kerja pun biasanya juga bisa hutang. Nah, tidak selalu menjadi solusi, hutang dalam bisnis properti juga bisa mengakibatkan bisnis Anda tumbang. Tidak mau kan? Mari kenali penyebabnya.

  1. Mengambil hutang KPR lebih tinggi

Dalam properti, dikenal istilah cash back hutang. Hal ini biasanya dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas KPR lebih tinggi daripada yang seharusnya dibayarkan ke bank. Misalnya harga rumah yang harus dibiayai bank dengan KPR adalah 100 juta, tapi Anda mendapatkan KPR sebesar 150 juta. Sehingga terdapat selisih 50 juta. Nah, selisih tersebut Anda rencanakan untuk berbisnis. Kewajiban Anda adalah membayar cicilan KPR dengan besaran yang sudah ditetapkan per bulannya. Karena Anda berencana untuk berbisnis, Anda santai. Anda berpikir pasti keuntungan dari bisnis Anda cukup untuk menutupi angsuran. Akan tetapi, apakah bisnis yang Anda jalani tersebut sudah pasti selalu menguntungkan? Nah, ini dia yang seringkali membuat bisnis tumbang karena hutang.

  1. Refinance Aset

Pada kasus ini misalnya Anda ingin membeli sebuah aset baru, lalu Anda menggunakan aset yang sudah ada untuk diagunkan ke bank. Kemudian hasil dari pinjaman ke bank tersebut digunakan untuk membeli aset baru masih dengan cara berhutang atau sebagai modal bisnis yang belum pasti. Jika Anda tidak mampu menutupi cicilan hutang, bisnis Anda yang belum pasti bisa tumbang.

  1. Mengambil Profit di Depan

Mengambil profit di depan untuk digunakan membeli aset berbasi hutang. Padahal profit yang diambil di depan sebenarnya masih dalam berupa proyeksi yang diuangkan, artinya angka profit belum pasti. Namun profit yang belum pasti tersebut diambil dan digunakan untuk membeli aset dengan instrumen hutang.

Demikianlah beberapa penyebab bisnis properti yang tumbang akibat hutang. Penyebab lain adalah terjadinya salah analisis dalam bisnis atau pasar sedang mengalami kelesuan sehingga mengalami penurunan penjualan dari yang ditargetkan. Intinya, tetap waspada dan antisipasi bisnis Anda tumbang karena hutang!

Leave a Reply

Required fields are marked*