Investasi Tanah, Rumah, Atau Apartemen?

Market.yukbisnisproperti.org (17)

Jika Anda ingin berinvestasi properti, manakah diantara ketiga properti ini yang akan Anda pilih? Tanah, rumah, atau apartemen? Ketiganya memang menguntungkan, namun baik investasi tanah, rumah, ataupun apartemen memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Kali ini kami akan membahas investasi ketiga properti tersebut berdasarkan aspek kelebihan dan kekurangannya, sehingga para investor yang masih pemula bisa memilih dan menimbang pada properti apa mereka akan melakukan investasi. Tidak ada yang terbaik diantara ketiganya, karena memang tanah, rumah, dan apartemen termasuk properti terbaik.

  1. Investasi Tanah

Seperti investasi emas, investasi tanah terbilang menguntungkan karena tidak terpengaruh oleh inflasi. Selain itu, investasi tanah juga tidak memerlukan dana lebih untuk biaya perawatan sehingga bagi investor yang tidak mau repot-repot lebih memilih investasi ini.

Kelebihan:

  • Return besar terutama jika Anda membeli tanah kavling di sekitar perumahan. Kenaikan harganya pun cukup besar, yaitu antara 20% – 25% per tahun.

  • Harga beli tanah biasanya lebih murah dibandingkan dengan biaya membeli atau membuat bangunan.

  • Tidak perlu biaya perawatan dan asuransi seperti properti bangunan.

Kekurangan:

  • Lebih sulit dijual dibandingkan dengan properti bangunan serta tidak bisa dijadikan agunan jika Anda mengajukan kredit pinjaman ke bank.

  • Semakin luas tanah yang Anda miliki, akan semakin sulit dijual karena memerlukan banyak uang.

  • Tanah juga biasanya relati sulit mendapatkan penyewa dibandingkan dengan bangunan.

  1. Investasi Rumah

Investasi ini paling banyak kita temukan. Karena memang rumah merupakan kebutuhan pokok manusia yang permintaannya akan terus bertambah. Selain diperjual belikan, rumah juga bisa disewakan.

Kelebihan:

  • Tingkat kenaikan harganya lumayan tinggi, yaitu berkisar antara 15% – 20% per tahun.

  • Tidak seperti tanah, rumah bisa dijadikan sebagai agunan pinjaman ke bank.

  • Relatif lebih mudah dijual atau disewakan dibandingkan dengan tanah.

Kekurangan:

  • Membutuhkan dana lebih untuk biaya perawatan dan asuransi serta biaya pajak seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

  • Bisa mengalami penyusutan nilai hingga 10% jika kondisi bangunan tidak terawat. Untuk itu perlu adanya renovasi.

  1. Investasi Apartemen

Investasi properti termasuk investasi paling mahal diantara ketiga investasi tersebut. Hal tersebut karena harga sewa apartemen juga lebih mahal dibandingkan dengan harga sewa rumah. Apartemen biasanya lebih diminati oleh orang-orang kalangan atas yang berpenghasilan tinggi.

Kelebihan:

  • Karena fasilitasnya lebih lengkap dibandingkan rumah, maka harga sewanya pun juga lebih mahal. Maka investasi apartemen menjadi sangat menggiurkan.

  • Lebih liquid dibandingkan tanah atau rumah, terutama di lokasi-lokasi yang strategis.

Kekurangan:

  • Nilai return-nya kecil, karena adanya penyusutan nilai bangunan apartemen hingga 20% per tahun.

  • Membutuhkan biaya perawatan lebih mahal dibandingkan rumah. Dan apabila ingin direnovasi, hanya bisa sebatas pada interior saja.

  • Jika diagunkan ke bank, nilainya lebih rendah daripada rumah.

Bagaimana? Sudah mendapatkan gambaran investasi mana yang akan Anda pilih? Semua kembali ke diri Anda masing-masing. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*